Baginda Siagian berharap, dengan bantuan ini pengembangan kopi selanjutnya di Aceh Tengah bisa terbantu melalui peremajaan kopi yang ada di kabupaten penghasil kopi itu.
“200 Hektar memang tidak seberapa dari luasan yang akan diremajakan, tetapi ini menjadi pemicu buat para petani lainnya di Aceh Tengah dalam hal pengembangan kopi,” jelasnya.
Baginda Siagian juga berharap agar kopi ini dapat mendorong pendapatan dari pada petani, dan ia juga berharap agar dinas terkait juga dapat mengawal dan memberikan bimbingan melalui para penyuluh yang ada supaya semua dapat berkembang dengan baik.
“Para petani tidak bisa berjalan sendiri, mesti ada pengawalan dan kerjasama dengan dinas, agar mendapatkan hasil yang maksimal untuk mendongkrak pendapatan para petani,” pungkasnya.
Sementara kepala dinas perkebunan Aceh Tengah Sabrin berharap agar petani dapat memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan konsultasi terkait perkembangan benih kopi varietas baru tersebut.
Selain itu, sabirin juga menyarankan kepada masyarakat petani kopi agar bibit kopi tersebut di tanam juga diselingi kopi G1,sehingga dapat berselang jika dipanen, terangnya. (AR)
Halaman : 1 2















