Bantuan yang Diperebutkan, Data yang Dipertanyakan

Rabu, 1 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kalaks BPBD Aceh Tamiang. Iman Suhery, S.STP, MSP

Ilustrasi Kalaks BPBD Aceh Tamiang. Iman Suhery, S.STP, MSP

Transparansi yang Setengah Jalan

TAHAP uji publik kerap disebut sebagai ruang koreksi. Nama-nama dipasang, warga diberi kesempatan menyanggah.

Tetapi waktu yang hanya dua hari menimbulkan pertanyaan: cukupkah?

Di wilayah dengan akses terbatas, informasi tidak selalu sampai tepat waktu. Tidak semua warga memahami prosedur. Tidak semua berani menyanggah.

BACA JUGA...  Lembaga Wali Nanggroe Turunkan Relawan ke Aceh Tamiang

“Kami hanya tahu nama kami tidak ada. Tapi tidak tahu harus bagaimana,” [Seorang warga penyintas].

Di titik ini, uji publik berisiko menjadi formalitas [ada secara prosedur, tetapi lemah secara substansi. Iman Suhery tidak menolak kritik tersebut].

“Ini bagian yang terus kami evaluasi. Transparansi tidak boleh hanya administratif, tapi harus benar-benar bisa diakses masyarakat,” katanya.

Namun evaluasi tanpa perubahan konkret berpotensi mengulang masalah yang sama.

BACA JUGA...  LembAHtari dan FJLA Tegaskan, ada Tiga hal Penting harus Dilakukan Pemangku Kekuasaan

Rantai Panjang, Tanggung Jawab Tersebar

BANYAK pihak kerap menunjuk pusat ketika bantuan terlambat. Padahal realitasnya lebih kompleks.

Proses tidak berhenti di kabupaten. Data harus sinkron dengan kependudukan, diverifikasi ulang, hingga melewati tahapan administratif nasional.

Dalam sistem ini, tanggung jawab tersebar. Pusat memegang anggaran dan regulasi. Daerah memegang data dan pelaksanaan.

BACA JUGA...  Cegah Mark Up dan Manipulasi, Program Lembu Meugang Harus Transparan

Berita Terkait

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional
Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir
PMI Perkuat Pemulihan Air Bersih Aceh Tamiang, Bupati Armia Pahmi: Solidaritas Kemanusiaan yang Menghidupkan Harapan
Fadlon Apresiasi CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia, Rumah Inspirasi Jadi Tonggak Pemulihan Aceh Tamiang
ASN TNI Juga Harus Siap Bertempur
Armia Satukan Langkah Pemulihan Pascabencana
Bupati Armia Pahmi Harapkan PW HUDA Menjadi Garda Terdepan Pembentukan Masyarakat Madani di Aceh Tamiang
Amanah Untuk Aceh

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:11 WIB

PMI Perkuat Pemulihan Air Bersih Aceh Tamiang, Bupati Armia Pahmi: Solidaritas Kemanusiaan yang Menghidupkan Harapan

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:08 WIB

Fadlon Apresiasi CT ARSA Foundation dan AirNav Indonesia, Rumah Inspirasi Jadi Tonggak Pemulihan Aceh Tamiang

Senin, 27 Juli 2026 - 19:28 WIB

ASN TNI Juga Harus Siap Bertempur

Berita Terbaru

NEWS FEATURE

Di Tengah Gelombang Aceh, ABAS Memilih Jalur Konstitusional

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:13 WIB

Para siswa-siswi menyemarakkan HUT RI Ke-81 tahun 2026 dengan beragam penampilan pakaian di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu, (15/8).

PEMERINTAHAN

Ribuan Warga Terpukau dengan Penampilan Pelajar di Jalan Raya 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 17:14 WIB

Buati Asel H. Mirwan MS (HMW) menyiram salah satu pusara dalam komplek makam  Panglimo Rajo di Padang Keululum Ganpong Sapik, (15/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Forkopimda Aceh Selatan Ziarah 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:31 WIB