BANDA ACEH | MA — Skala kerusakan akibat banjir bandang di Aceh yang melanda 14 kabupaten/kota telah memicu perhatian besar dari komunitas internasional. Namun, upaya penyaluran kontribusi bantuan kemanusiaan dari pihak asing saat ini tengah melalui proses koordinasi dan penyesuaian prosedur oleh Pemerintah Indonesia.
Negara-negara sahabat dan berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) internasional telah menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan, namun efisiensi akses bantuan menjadi perhatian utama di lapangan.
Pembina Yayasan Saluran Internasional (YSI), Elmer Gelbolingo, saat di wawancarai mediaaceh.co.id, pada, Senin, (15/12) mengakui adanya dinamika prosedur yang sedikit memengaruhi kecepatan masuknya dukungan dari luar negeri untuk daerah terdampak di Sumatera, termasuk Aceh.
”Sejumlah NGO dari berbagai negara telah mengonfirmasi komitmen mereka untuk berkontribusi, khususnya dalam penanganan di Aceh. Mereka siap mendukung dengan tenaga, logistik, dan peralatan teknis. Saat ini, kami secara cermat menantikan arahan kebijakan dari pemerintah pusat untuk menjamin kelancaran alur bantuan,” jelas Gelbolingo.
Keterbatasan ini terasa signifikan mengingat kebutuhan primer korban, seperti pasokan air bersih dan hunian sementara (tenda), harus segera terpenuhi di lokasi pengungsian.





