LHOKSUKON | MA — Banjir kembali merendam wilayah Kabupaten Aceh Utara. Kondisi ini membuat Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM (Ayah Wa) menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk siaga 24 jam, terutama BPBD yang diminta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dalam proses evakuasi dan penyelamatan warga.
Instruksi tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Tgk. Muntasir Ramli, kepada media, Rabu (26/11). Ia menyebutkan, keterbatasan peralatan dan personel SAR menjadi tantangan di lapangan sehingga koordinasi lintas instansi menjadi sangat penting.
“Seluruh kepala OPD diminta siaga penuh. Curah hujan masih tinggi dan beberapa titik tanggul sungai sudah jebol,” ujar Muntasir.
Pemkab juga meminta seluruh Puskesmas menyiagakan tenaga kesehatan di lokasi pengungsian, khususnya untuk melayani ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Dinas PUPR diminta mengerahkan alat berat guna normalisasi titik aliran air yang tersumbat, sementara camat diminta tetap berada di wilayah masing-masing untuk memastikan pendataan berjalan cepat. Dinas Sosial juga ditugaskan mempercepat penyaluran bantuan masa panik.
Pemkab turut mengimbau warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) agar tetap waspada mengingat debit air terus meningkat.




