Laporan | Syawaluddin
KUALASIMPANG (MA) – Sedikitnya 573 Kepala Keluarga (KK) atau 2.608 jiwa, di Kabupaten Aceh Tamiang harus bertahan ditenda-tenda darurat, akibat rumah mereka terendam banjir setinggi satu meter lebih akibat hujan berkepanjangan.
Begitu kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang; Muhammad Husni, di Karang Baru. Senin, 14 Desember 2020.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Timur dan wilayah Hulu Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan terjadinya luapan banjir kiriman kepermukiman penduduk.
Itu diakui oleh Husni, berdasarkan data yang diterima pihak BPBD Aceh Tamiang, wilayah Kabupaten Aceh Timur yang berbatasan langsung dengan wilayah hulu Kabupaten Aceh Tamiang.
Pemicu luapan banjir kiriman tersebut, sebab; intensitas curah hujan yang terjadi pada Sabtu, 12-13 Desember 2020, mengguyur wilayah hulu, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.
Husni mengaku, debit air hingga sore ini masih terlihat naik. Untuk itu, pihak BPBD dengan dibantu anggota TNI dan Polri Kabupaten setempat, hingga kini terus melakukan upaya evakuasi terhadap warga yang terkena dampak banjir.
“Selain itu, saat ini petugas telah mendirikan tenda-tenda pengungsian dibeberapa titik, termasuk di depan halaman kantor Camat Tamiang Hulu,” Jelas Husni.



