Bangunan Rapuh, Siswa Terancam: SD Negeri Sijuek Tak Tersentuh Program Revitalisasi

Kondisi bangunan SD Negeri Sijuek di Pedalaman Aceh Timur.

Secara nasional maupun daerah, anggaran pendidikan setiap tahun menyerap porsi signifikan dari APBN dan APBD. Program pembangunan fisik sekolah, peningkatan sarana dan prasarana, hingga bantuan operasional terus digulirkan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya sekolah dengan kategori rusak berat yang belum tersentuh perbaikan.

Kepala SD Negeri Sijuek, Aiyub, pada Sabtu (28/2), mengatakan selain bangunan utama yang mengalami kerusakan serius, sekolah tersebut juga belum memiliki fasilitas MCK yang layak. Para siswa terpaksa menggunakan sungai untuk buang air, kondisi yang tidak hanya melanggar standar sanitasi sekolah, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak.

BACA JUGA...  BKPP Bener Meriah Umumkan PPPK Lolos Formasi Tahun 2024

Masyarakat setempat turut mendesak pembangunan tiga ruang kelas baru serta rumah dinas guru guna menunjang keberlangsungan pendidikan di wilayah pedalaman tersebut. Ketersediaan rumah dinas dinilai penting untuk memastikan guru dapat tinggal dan mengajar secara optimal di daerah terpencil.

Pihak sekolah disebut telah berulang kali mengajukan permohonan rehabilitasi, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Jika benar survei telah dilakukan, publik berhak mengetahui hasil penilaian teknis serta alasan detail mengapa SD Negeri Sijuek tidak masuk dalam skala prioritas tahun mendatang.