TAPAKTUAN, MA – Berbulan-bulan terjadi kerusakan badan Jalan Nasional Tapaktuan-Banda Aceh dan Tapaktuan-Medan, tepatnya pada lintasan Samadua-Tapaktuan, namun pihak Satker PJN belum melakukan perbaikan.
Terlihat jelas, sejumlah titik jalan berlubang dengan diameter besar tampak menganga di tengah badan jalan, seolah tanpa perhatian dari pihak berwenang. Kalaupun adanya penanganan berupa penambalan dengan semen seperti di depan swalayan di Gampong Gunung Kerambil tidak ubahnya seperti cara Abu Nawas alias asal jadi.
Sementara itu, lubang-lubangnya yang menganga terus bertambah, membuktikan membuktikan bahwa, badan jalan disepanjang 8 Km itu semakin keropos.
”Sayang, lubang-lubang jalan yang menganga di jalur utama itu tidak ditangani pihak berkompeten,” kata warga Gampong Gunung Kerambil Rahmat.
Menurutnya, kondisi seperti itu, sangat berbahaya bagi pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.
“Bisa semakin parah kalau diguyur hujan, bahkan beberapa lubang tergenang air dan sulit terlihat oleh pengendara, terutama saat malam hari, sehingga dikhawatirkan terjadinya kecelakaan.
Dilaporkan pula, masyarakat di sekitar lokasi seperti di Dusun Sawang Bunga Gampong Ujung Tanah Samadua sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut. Bahkan, warga berinisiatif memberi tanda seadanya, guna menghindari kecelakaan.





