Azwar, yang telah lama berkecimpung dalam aktivitas kemasyarakatan dan politik, menyambut penunjukan tersebut dengan tekad bulat.
“Pidie adalah jantung perjuangan kami, dan saya siap menjalankan amanah ini. Kami akan bergerak dari gampong ke gampong untuk memastikan masyarakat Pidie mendukung pasangan yang peduli dengan masa depan Aceh,” ujarnya.
Dengan dinamika politik yang semakin memanas menuju Pilgub Aceh, penunjukan ini semakin mengokohkan posisi pasangan Mualem-Dek Fad sebagai kandidat yang memiliki basis dukungan kuat di berbagai daerah, termasuk Pidie.
Sinyal ini jelas, Laskar Panglima Nanggroe tidak akan tinggal diam dalam memenangkan pemilu yang dianggap paling penting dalam sejarah politik Aceh pasca-konflik.
*Optimalisasi Dukungan dari Bawah*
Penempatan Azwar sebagai ketua distrik juga dianggap sebagai manuver tepat untuk memperkuat jaringan akar rumput.
Pidie selama ini dikenal sebagai daerah strategis dengan pengaruh politik yang tidak bisa dianggap remeh.
Dengan adanya Azwar, Laskar Panglima Nanggroe bertekad untuk memaksimalkan penggalangan suara dari lapisan masyarakat terbawah hingga elit lokal.
Dengan strategi yang semakin matang dan terstruktur, pertarungan menuju kursi Aceh 1 dan Aceh 2 dipastikan akan semakin sengit.(R)




