Ia menyoroti kesulitan akses bagi mobil pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran, serta risiko tinggi bagi keselamatan anak-anak dan warga lainnya.
“Kalau ada rumah terbakar, dari mana mobil Damkar masuk? Rumah bertingkat-tingkat, sempit, ini bahaya. Coba cari tanah lain yang lebih aman, nanti pemerintah bantu bangun rumah layak huni,” tambahnya.
Bupati menginstruksikan Geuchik Kuta Lhoksukon untuk proaktif mencari lahan alternatif, serta mendorong masyarakat yang mampu agar membeli tanah baru. Sementara bagi warga yang tergolong miskin, Ayah Wa meminta OPD terkait untuk memetakan kemungkinan memanfaatkan tanah milik pemerintah.
“Yang penting tanahnya ada dulu. Rumah bisa dibantu oleh pemerintah. Kalau ada masyarakat miskin, coba dicek apakah ada tanah pemerintah yang bisa digunakan,” tegasnya kepada Kepala Dinas PRKP.
Dalam kesempatan itu, Ayah Wa juga secara khusus menginstruksikan Kepala Dinas PRKP Aceh Utara dan Dinsos Aceh Utara untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Lhoksukon, khususnya di wilayah Gang Tempur, Kp. Baru.
“Segera lakukan pendataan yang komprehensif. Kita butuh data akurat untuk menata kawasan ini sesuai standar keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.




