Lagi-lagi gorengan politik untuk menjatuhkan seorang Armia Fahmi sudah menggelinding yang ditabuh oleh politik murahan untuk men-down-kan elektabilitas jenderal bintang satu ini.
Apakah Armia Fahmi terkecoh?, jawabnya tidak. Sebab keinginan dirinya untuk ikut bakal calon bupati Aceh Tamiang berasal dari suara grass roots [mengerucut ke atas] bukan sebaliknya atas ambisi yang kuat.
Black champaign sudah mulai ditayang, meski tidak masiv, kata Armia, semakin diri kita kokoh ke atas, maka terpaan angin akan semakin kuat terhembus.
Untuk bertahan, kuatkan akarnya, suburkan dahan dan rantingnya, agar secara terstruktur menjadi kokoh dan mampu bertahan sekalipun badai menerjang.
Tak perlu melawan, berilah senyuman penuh makna. Agar semua menjadi warna politik yang santun. Dan mampu menggerakkan masyarakat untuk memihak.
Agaknya, patut ditiru pilosofi yang tidak berlebihan tersebut. Namun mampu memberikan wajah karakteristik kepemimpinan Armia Fahmi di mata masyarakat Aceh Tamiang.
Dukungan Basyaruddin
Apalagi dukungan itu di perkuat oleh tokoh masyarakat Aceh Tamiang, Basyaruddin yang juga mantan Sekretaris Daerah (Sekda).
Basyaruddin mengatakan bahwa; sosok Armia Fahmi sangat pantas di dapuk menjadi Bupati Aceh Tamiang periode 2024-2029 mendatang.















