Askarimah GAM Siap Laksanakan Perintah Mualem

  • Bagikan

example banner

 71 total views,  1 views today

Laporan | Syawaluddin

BIREUEN (MA) – Askarimah, begitu sebutan Pasukan Inong Balee Gerakan Aceh Merdeka (GAM)—Pasukan GAM khusus wanita saat konflik Aceh—siap laksanakan intruksi Mualem—Muzakir Manaf—menyambut Milad GAM pada 4 Desember 2020 nanti.

Pasukan Askarimah yang Komandoi Khairunnisak, SE itu siap melaksanakan tugasnya di Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen, Aceh.

“Kita akan menjalankan perintah Mualem, sesuai intruksi poin-poin perayaan Milad GAM pada 4 Desember 2020, nanti,” tegasnya pada mediaaceh.co.id. Selasa, 1 Desember 2020 di Bireuen.

Sebagai Panglima Askarimah, Khairunnisak akan mengintruksikan seluruh jajarannya untuk mematuhi perintah tersebut.

Wanita kelahiran Bireun tahun 1981 itu, diangkat sebagai ketua mantan Pasukan Inong Balė Aceh—yang merupakan sayap militer GAM Perempuan—yang terhimpun dalam wadah Komite Peralihan Aceh melalui satu Surat Keputusan Ketua Komite Peralihan Aceh nomor 06/X/2020 yang ditanda tangani oleh H. Muzakir Manaf yang juga Ketua DPA Partai Aceh.

Pasukan Inong Balė GAM merupakan pasukan wanita Aceh, yang ikut latihan militer dan berjuang mengangkat senjata semasa konflik Aceh berlangsung.

Para perempuan ini punya peran penting dan strategis pada saat itu. Dimasa damai para perempuan ini masih mempunyai nilai strategis dalam upaya mengawal perdamaian Aceh dan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi bagi anggotanya dan masyarakat Aceh.

Upaya menyatukan dan memberdayakan peningkatan kesejahteraan ekonomi serta lapangan pekerjaan yang layak, bagi seluruh mantan pejuang GAM perempuan. Menjadi tekad wanita.

“Insya Allah setelah saya dilantik nanti program jangka pendek yakni; akan membentuk pengurus disetiap kabupaten/kota se Aceh, supaya semua mantan pejuang Kombatan Perempuan GAM ini terarah, terdata dan terperdayakan ekonomi serta kesejahteraannya,” Katanya.

Banyak perempuan Aceh yang menjadi korban pada saat konflik Aceh berlangsung, belum terperhatikan sampai saat ini. Dia minta Pemerintah Republik Indonesia disemua tingkatan agar lebih peduli terhadap nasib para pere.

Nisa masuk menjadi pasukan GAM tahun 1998 ikut bergerilya dan berjuang bersama rekan-rekan nya yang lain, bahkan putri pertamanya  yang  lahir ditengah hutan tahun 2002 saat menjadi buronan pasukan TNI/Polri dari tahun 2001, Ia waktu itu juga menjadi muallim yang melatih pasukan inoeng balee, terangnya.

Pasca Aceh damai tahun 2005, dirinya menghabiskan waktu aktif diberbagai organisasi perempuan dan NGO, diantaranya aktif di Liga Inoeng Aceh (LINA), Balai Sura, Lembaga Inoeng Aceh Batee Iliek(LIAB), Kopwan Putroe Jeumpa, Yayasan Perempuan Aceh(YPA) dan Kopwan Cut Nyak Dhien.

Tahun 2007 Nisah dipercayakan sebagai Panglima pasukan Inoeng Balee Wilayah Batee Iliek, Selanjutnya Nisah bekerja di UNDP (Unit Nation Development Program) dan Korbid Ekonomi BRA Kabupaten Bireun. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *