TAKENGON (MA) — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Tengah (AMAT), mengelar aksi dalam rangka mengawal putusan MK dan menolak revisi UU Pilkada.
Sebelum mendatangi gedung DPRK Aceh Tengah, para mahasiswa silih berganti menyampaikan orasinya di depan kantor Polres Aceh Tengah.
Tidak lama setelah itu, para mahasiswa mencoba masuk ke gedung DPRK Aceh Tengah dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
Meski para mahasiswa mendesak masuk ke dalam gedung DPRK, namun pihak keamanan tidak mengizinkan seluruhnya masuk dan hanya mengizinkan 10 orang perwakilan dari pendemo.
Pantauan Media Ini, ketua sementara DPRK Aceh Tengah didampingi sejumlah anggota menemui para mahasiswa di depan pintu gerbang.
Para pendemo dan anggota DPRK Aceh Tengah, terlihat duduk bersila di tengah jalan depan kantor setempat.
Sedikitnya ada tujuh tuntutan mahasiswa kepada DPRK Aceh Tengah, meminta DPRK mengawal tuntas kasus penggelapan dana di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Gayo,
Kemudian, melakukan evaluasi terhadap struktural Pemkab Aceh Tengah, perhatian terhadap jaringan dalam wilayah Aceh Tengah.
Tuntutan lainya, mendesak Pemkab mengevaluasi Direktur PDAM Tirta Tawar, pembuatan qanun objektif untuk Aceh Tengah di bidang pajak, pariwisata dan retribusi lainnya.




