Alami Dekompresi, Peserta Free Diving asal Perancis Dilarikan ke Singapura

Sabang (MA) – Atlit asal Francis, Andriy Khvetkevych (26), nyaris celaka di Internasional Free Diving 2019 yang dilaksanakan di Sabang. Untung, dia cepat diterbangkan dengan pesawat udara ke rumah sakit di negeri jiran, Singapura.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, Andriy Khvetkevych asal negara Perancis, peserta Free Diving yang bersangkutan mengalami dekompresi saat melakukan penyelaman di bawah laut seputar Teluk Balohan, sekitar pukul 07.30 WIB.

Masih menurut sumber yang beredar, kejadian yang dialami korban sempat membuat panik pihak panitia pelaksana, dimana kejadian tersebut terjadi diluar dugaan. Apalagi di Sabang sarana untuk menangani kasus penderita dekompresi yang tidak dapat digunakan. Redaksi mediaaceh.co.id belum memperoleh keterangan resmi dari pihak panitia, terkait kejadian tersebut.

Untung saja nyawa korban dapat diselamatkan dengan datangnya pesawat milik Unscheduled operator PT. TRI-MG Intra Asia Airlines, Type Hawker 800 XP No. Reg : PK-YGR yang membawa korban ke Singapura untuk diberikan menyelamatan utama dimasukan ke chamber (chamber decompression).

BACA JUGA...  Hari Ini Kepala BPKS DR Drs Sayid Fadhil,SH,M.Hum Dilantik

Pesawat itu sendiri terbang dan mendarat di Sabang, dengan membawa 2 orang penumpang yaitu, dr. Naufal Anasi dan salah seorang perawat Aisyah Basri Hamid. Tujuannya menjemput korban peserta Free Diving yang mengalami dekompresi, saat melakukan penyelaman.

Sepanjang penerbangan, korban mendapat pendampingan dan perawatan khusus selama hampir dua jam lebih dalam penerbangan menuju Singapura, setelah sebelumnya pesawat tersebut sempat mendarat di Bandara Kualanamu (Sumatera Utara) untuk melakukan pengisian bahan bakar, dan selanjutnya kembali mengudara menuju Singapura.

Tiba di Bandara Internasional Changi Air Port, Singapura, korban langsung dilarikan ke General Hospital Singapura, untuk mendapat perawatan khusus chamber. Akibat dari kejadian tersebut, muncul beragam tudingan, event Internasional Free Diving 2019 terkesan dipaksakan tanpa memperhatikan keselamatan para atlit yang diikuti 40 atlit diving dari 19 negara.

BACA JUGA...  Konflik Antar Desa Belum Terselesaikan, H. Tar: Muspika Harus Tegas

Seperti diketahui, event Internasional Free Diving, digelar dari 2 sampai dengan 7 November 2019 yang pelaksananya dari Kementrian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, dan event tersebut sudah menjadi kegiatan kelender tahunan di Sabang. Seharusnya, panitia memperhatikan sarana dan prasarana untuk kebutuhan keselamatan peserta.

Biasanya kondisi dekompresi ini terjadi akibat penyelam yang melanggar atau terlalu dekat pada batasan Diving table sebut sumber, karena Diving table adalah tabel yang digunakan untuk menghitung sisa nitrogen yang ada dalam tubuh pada saat dan setelah melakukan penyelaman.

Gelembung yang terbentuk di dalam atau di dekat sendi merupakan penyebab terduga munculnya rasa nyeri otot. Saat gelembungnya terlalu banyak, reaksi kompleks dapat terjadi di tubuh, biasanya di tulang punggung atau otak. Mati rasa, lumpuh dan gangguan fungsi otak juga bisa terjadi.
Namun apabila sejumlah besar dekompresi terlewati dan gelembung masuk ke aliran darah pembuluh vena, gejala kongestif di paru-paru dan syok sirkulasi dapat terjadi. Pada kondisi ini, penyelam bisa jadi pingsan dan apabila tak segera ditangani dapat berujung kematian.

BACA JUGA...  Warga Indrapuri Saban Hari Hirup Debu Proyek Tol

Dekompresi dapat terjadi tak diduga dan acak. Faktor utamanya adalah penurunan ambien tekanan, namun ada faktor risiko lain yang diketahui seperti penyelaman dalam atau panjang, air dingin, latihan keras di kedalaman dan terlalu cepat naik ke permukaan.

“Penyebab lainnya yang diduga dapat meningkatkan risiko dekompresi namun belum cukup banyak bukti adalah obesitas, dehidrasi, latihan keras usai naik ke permukaan dan penyakit pernapasan. Ditambah adanya faktor risiko individual, yang menyebabkan beberapa penyelam bisa mengalaminya lebih sering ketimbang yang lain padahal mereka mengikuti pelatihan selam yang sama,” tulis situs Divers Alert Network.(Jalal)