Aksi Premanisme atas Diskusi  Diaspora, Dikecam,  Kepolisian Harus Mengusut dengan Tuntas

Sabtu, 28 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang Emak-emak mendesak kepolisian mengusut aksi premanisme atas kegiatan Forum Tanah Air (FTA) di Jakarta, Sabtu, (29/9).(poto/mediaaceh.co.id/YouTube).

Seorang Emak-emak mendesak kepolisian mengusut aksi premanisme atas kegiatan Forum Tanah Air (FTA) di Jakarta, Sabtu, (29/9).(poto/mediaaceh.co.id/YouTube).

TAPAKTUAN (MA) — Tindakan premanisme yang terjadi saat acara Diaspora Forum Tanah Air (FTA) di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/9), mendapat kecaman dari berbagai pihak. Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut dan memproses secara hukum insiden memalukan tersebut.

Sebagaimana, informasi beredar luas di Tanah Air baik melalui media online dan kanal YouTube, aksi premanisme sekelompok orang yang disinyalir massa bayaran, bermaksud membubarkan acara ilmiah FTA. Di forum akademik ini hadir tokoh-tokoh nasional yang selama ini kritis terhadap kebijakan Presiden RI Joko Widodo.

BACA JUGA...  Petugas Gagalkan Upaya Penyelundupan Dua Kilogram Sabu Melalui Bandara SIM

Sebut saja, Din Syamsuddin, Refli Harum, Said Didu dan lain-lain.

Tindakan premanisme itu, terjadi di hadapan beberapa anggota kepolisian RI.

Kecaman dan desakan agar pihak kepolisian mengusut tuntas aksi preman itu dari IPW dan kelompok masyarakat cinta demokrasi.

“Tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat atau penyelenggara karena di lokasi kejadian ada aparat kepolisian,” kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.

BACA JUGA...  Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Pungli  di Tapaktuan

Menurutnya, anggota polisi yang berada di lokasi tersebut, bisa langsung membuat laporan polisi. Tanpa harus ada pihak yang mengadu.

Sugeng berharap, jangan sampai, kalau peristiwa itu tidak diproses secara hukum, maka publik beranggapan polisi terkesan melakukan pembiaran terhadap tindakan pidana dilakukan sekelompok preman,  berujung pada penilaian buruk terhadap institusi Polri.

BACA JUGA...  KAMMI Unsyiah Kecam Aksi Premanisme Kampus

Berita Terkait

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 
Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita
SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 
Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 
Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 
Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam
Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Ratusan Personel Disiagakan dalam Operasi Patuh di Aceh Selatan 

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:15 WIB

SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Kajari Panggil Dua Pejabat Disdikbud Aceh Tengah 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Medco E&P dan BPMA Edukasi 33 Wartawan Aceh Timur

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asel HMW (pakai rompi)  didampingi Sekdakab Diva Samudra Putra dan Dandim 0107/Asel Letkol (Inf) Andrino Lubis menjelaskan tentang penanganan banjir di Trumon, Jumat, (30/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Okt 2026 - 21:24 WIB