ACEH UTARA | MA — Jembatan darurat yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Aceh Utara hanyut terbawa arus banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025 lalu. Akibatnya, akses utama masyarakat antara dua gampong kini terputus total.
Jembatan tersebut sebelumnya menghubungkan Gampong Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye, dengan Gampong Rambong Dalam, Kecamatan Baktiya. “Keberadaan jembatan itu sangat vital karena menjadi jalur utama mobilitas warga, termasuk para pelajar yang setiap hari melintasinya untuk bersekolah di Madrasah,” kata tokoh masyarakat setempat, Hasanuddin Sabil, pada media, Rabu, (11/2).
Ia mengatakan, sebelum hanyut diterjang banjir, jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Dengan semangat gotong royong, warga bahu-membahu menyediakan material dan tenaga demi memastikan akses penghubung antar gampong tetap tersedia. Meski berstatus darurat dan berbahan sederhana, jembatan itu telah memberikan manfaat besar bagi aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan masyarakat, kata Geuchik Din sapaan akrabnya itu.
Kini, pascabanjir bandang, katanya, warga harus mencari jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama. Kondisi ini sangat dirasakan dampaknya oleh para siswa-siswi madrasah di Gampong Matang Drien yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah.



