AK: Plt Gubernur Harus Berani Evaluasi Kinerja SKPA

Jumat, 19 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Pengesahan APBA 2019 pada Anggaran belanja pembangunan (APBA) senilai Rp17,104 triliun yang berlangsung cepat pada Desember 2019 lalu, ternyata tak mempengaruhi realisasi keuangan pemerintah Aceh.

“Realisasi keuangannya per 15 Juli 2019 sebesar 29,5 persen atau senilai Rp 5,045 triliun, sementara realisasi tahun lalu pada bulan yang sama sebesar 28 persen. Terjadi peningkatan 1,5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang dibangga banggakan oleh Asisten III Pemerintah Aceh sebagai sebuah kemajuan, itu sepatutnya justeru bukti bahwa kinerja Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dalam Pemerintah Aceh masih sangat minim,” ungkap Ketua Yayasan Aceh Kreatif (AK) kepada Media mediaaceh.co.id, Jum’at 19 Juli 2019 malam.

Menurut Delky, jika pada tahun lalu, Peraturan Gubernur Aceh Nomor 09 Tahun 2018 tentang APBA Tahun Anggaran (T.A) 2018 disahkan pada 22 Maret 2018, sementara Qanun APBA 2019 sudah disahkan pada Desember 2018. Jadi, ada selisih waktu pengesahannya lebih cepat tahun 2019 sekitar 3 bulan, namun realisasinya hanya meningkat 1,5 persen, ini kan berarti kemunduran jika dinilai dari aspek kinerja.

BACA JUGA...  Peringati Hari Pahlawan, Komunitas Pijay Gleeh Gelar Aksi Pungut Sampah

“Seharusnya pada pertengahan Juli 2019 serapan anggaran sudah mencapai diatas 50 persen bahkan diatas 60 persen, itu baru namanya kemajuan. Apalagi sisa waktu realisasi anggaran tahun 2019 efektif nya hanya sekitar 4 bulan lagi,” ujarnya.

Delky juga mengatakan, ketegasan dan langkah kongkret dari Plt Gubernur Aceh sangat diperlukan agar realisasi anggaran tidak stagnan.

“Plt Gubernur harus segera melakukan evaluasi, sikap was was Plt Gubernur justeru akan membuka ruang bagi SKPA untuk berkinerja buruk,” tambahnya.

Pihaknya menyarankan kepada Plt Gubernur harus berani bersikap tegas dan tidak takut melakukan mutasi bagi SKPA yang berkinerja buruk dan terjebak dengan persoalan seremonial yang tak menyentuh rakyat.

BACA JUGA...  Jumat Barokah : MRI Pidie Jaya Berbagi Sembako

“Jika Plt Gubernur sebagai kepala Pemerintahan Aceh tidak tegas, ya effect nya SKPA akan enjoy-enjoy saja dan cukup menyiapkan even penyenang hati pimpinan, sementara rakyat semakin tak tersentuh. Jangan sampai Pemerintahan Aceh Hebat dinilai sebagai pemerintahan yang hebat mencari dalih merugikan rakyat, ini tentu tidak kita harapkan “imbuhnya.

Begitupun, kata Delky, persoalan Pergub penggunaan dana hibah untuk anggaran yang sudah terakomodir dalam e-budgeting tentunya sudah bisa direalisasikan. “Anggaran hibah yang sudah termaktub dalam e-budgetting tentunya sudah bisa disegerakan agar realisasinya maksimal dan masyarakat tak terlalu lama menunggu.

Sebenarnya semua ada solusinya, tinggal lagi keberanian Plt Gubernur sebagai pemimpin di Aceh. Katakan saja terkait evaluasi SKPA dan mutasi bagi SKPA yang berkinerja buruk bisa dikonsultasikan ke Kemendagri, persoalan anggaran hibah yang terakomodir dalam e-budgeting tinggal digenjot agar lebih cepat terealisasi, dan persoalan yang belum terakomodir dalam e-budgetting dan belum bisa direalisasikan tinggal dikonsultasikan ke Kemendagri agar ada solusi dan bisa digunakan.

BACA JUGA...  Amanat Undang Undang, Penderita Gangguan Jiwa Wajib Ditangani Serius

“Semua tergantung kebijaksanaan, ketegasan Plt Gubernur, sehingga kinerja bisa maksimal sesuai kooridor aturan, bukan malah menjadikan aturan sebagai dalih/alasan terhambatnya pembangunan dan lambatnya serapat anggaran,” katanya.

Delky menambahkan, kebijaksanaan dan ketegasan serta i’tikad baik Plt Gubernur akan ditunggu oleh rakyat Aceh.

“Jika tidak segera dievaluasi dan dicarikan solusi kongkret, maka ini akan jadi preseden buruk bagi Pemerintah Aceh,” tutup Delky Nofrizal Qutni. (Ahmad Fadil/Rel)

Berita Terkait

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Hardikda 2026, Aceh Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan

Rabu, 2 Sep 2026 - 14:50 WIB

OPINI

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 2 Sep 2026 - 13:07 WIB

PEMERINTAHAN

Bank Aceh Salurkan Zakat Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 07:47 WIB

KESEHATAN

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:47 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi: Masa Muda Adalah Waktu Menanam Masa Depan

Senin, 31 Agu 2026 - 22:07 WIB