Kepedulian dan kehadiran Manusia yang Tulus.
BANJIR bisa merendam lantai, merusak perabotan, dan menghambat aktivitas. Tetapi ada hal yang tidak mampu ia tenggelamkan; kepedulian dan kehadiran manusia yang tulus.
Malam itu, di tengah hujan yang belum berhenti dan air yang terus menggenang, para prajurit Korem 011/Lilawangsa merasakan sebuah penguatan yang jarang hadir di tengah badai.
Mereka melihat bahwa pemimpin mereka bukan hanya duduk di balik meja komando; tetapi berjalan bersama mereka, mengangkat beban yang sama, menyalakan harapan di saat yang paling gelap.
Genangan air akan surut. Tapi cerita malam itu akan terus hidup, menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, yang paling berarti bukan seberapa tinggi air naik, tetapi seberapa besar kepedulian yang diturunkan. [].




