Di Sawang misalnya, keadaannya masih sama seperti hari pertama banjir, bahkan masih dipenuhi kayu dan lumpur pasca bencana, oleh sebab itu pengungsi yang masih ada rumah, belum dapat kembali ke rumah karena belum mampu membersihkan endapan lumpur tebal yang memenuhi permukiman warga, sampai saat ini masih mengungsi di tenda-tenda darurat.
Jumlah korban terdampak bencana banjir di Aceh Utara sebanyak 433.064 jiwa atau 124.549 Kepala Keluarga (KK) dan korban banjir yang masih mengungsi 33.261 jiwa atau 9.242 Kepala Keluarga (KK) dan korban luka-luka 2.127 orang.
Kemudian korban meninggal yang telah diberikan santunan oleh Menteri Sosial (Mensos) sebanyak 270 jiwa, termasuk Alma. Mawardiah yang ditemukan oleh Asnawi, pemilik kebun, pada, Kamis, 22 Januari 2026 di area perkebunan Desa Biram Rayeuk, Tanah Jambo Aye.
Kelompok rentan sangat membutuhkan penanganan khusus. Seperti, ibu hamil sebanyak 1.433 jiwa, Balita, 9.525 jiwa, Lansia 6.895 dan disabilitas 513 jiwa.
Dampak kerusakan rumah, kategori berat 9.707 unit, sedang, 26.298 unit dan ringan 62.890 unit.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil pada gelombang pertama sudah menetapkan 4.000 Hunian tetap (Huntap) kepada calon penerima dan 9.707 Huntap pada gelombang kedua.




