Aceh Selatan Gondol Tiga Juara, Mampukah Bertahan?

Perlombaan Layang Tarek, menjadi salah satu "pendobrak" perolehan juara satu bagi kontingen Aceh Selatan pada perlombaan PKA ke-8 di Banda Aceh, Rabu, (8/11).(Photo/Media Aceh/Istimewa).

BANDA ACEH (MA) Pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 telah memasuki hari ke-6, sudah terasa “udara” persaingan antar kontingen dalam berbagai jenis perlombaan.

Apalagi Panitia Pusat PKA ke-8, sepertinya tidak sabar untuk mengumumkan perolehan hasil perlombaan mulai dari karnaval budaya, hingga ke perlombaan lainnya.

Panitia tidak salah, karena apa yang dilakukan adalah bagian dari pertanggung jawaban publik.

Tetapi bagi sebagian kontingen kabupaten/kota peserta,  membuat dirinya “dag-dig-dug”, lantaran harap-harap cemas bisa meraih kemenangan/memperbaiki posisi.

Bagi daerah tertentu, ada yang menargetkan posisi lebih baik dan atau mempertahankan rangking dan mahkota juara umum.

Tak ayal, Aceh Selatan pun yang memegang “sabuk” juara umum pada PKA sebelumnya, justeru hari ke-enam sudah (masih) memperlihatkan hasil perjuangannya.

BACA JUGA...  Ribuan Masyarakat Padati Pembukaan Festival Meurah Silu Bank Indonesia di Lhokseumawe 

Sebelum memperoleh kemenangan tertinggi atau juara satu,  kontingen  Aceh Selatan “gelisah”. Karena  berbagai macam perlombaan mulai dari kuliner, budaya hingga permainan rakyat, belum membuahkan hasil juara.

Lihat saja pada parade budaya, Aceh Selatan yang tampak eksotik, masih kalah nilai dengan kontingen Pidie. Aceh Selatan hanya meraih juara ke-2.

Begitulah, perlombaan demi perlombaan terus digelar panitia. Aceh Selatan, masih “gigit jari. Bahkan, pada beberapa perlombaan tersebut, urutan enam besar pun tidak diperoleh, seperti lomba perahu, justeru kontingen Aceh Barat yang menyabet juara satu.

Defile budaya, merupakan icon PKA selain penampilan (peforma) anjungan daerah.

BACA JUGA...  Pentas Seni Kuliner Aceh Timur Diwarnai Musik Tradisi dan Islami

Akan tetapi, bukan Aceh Selatan namanya, kalau mudah patah arang. Justeru, kemudian pada hari yang hampir bersamaan, kontingen Bumi Pala itu, tiba-tiba bangkit bak Naga mengamuk di tengah lautan, dia melompat menyelamatkan diri, dari gelombang pertarungan.

Tidak tanggung-tanggung, justru tiga juara digondolnya. Masing-masing, pada perlombaan boh gaca (inai), layang tarek dan musik garapan tradisional.

“Alhamdulillah hari kelima pada PKA ke-8 ini kita sudah mengantongi tiga juara 1, semoga Aceh Selatan kembali meraih juara umum,” kata Ketua Harian PKA ke-8 Aceh Selatan Akmal, AH di Banda Aceh, Kamis, (9/11).

Menurutnya, kontingen  Aceh Selatan terus berupaya untuk memaksimalkan perolehan juara hingga penutupan PKA ke-8.

Ikhtiar, menjadi hal terpenting  untuk tetap memperoleh hasil yang terbaik. Meraih posisi puncak dan mempertahankan mahkota juara umum adalah harapan dan cita-cita Aceh Selatan.

BACA JUGA...  Dibalik Kemenangan Aceh Selatan di PKA Ke-8, Ada Sosok Ini

Obsesi daerah itu untuk tetap pada prediket teratas adalah, buah  persiapan selama lima bulan terkahir untuk dapat mempertahankan gelar juara umum. Semoga.(Maslow Kluet).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *