Aceh Rayeuk di Persimpangan, Antara Cita Pelayanan dan Nafsu Politik

Senin, 20 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Rayeuk di Persimpangan, Antara Cita Pelayanan dan Nafsu Politik. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

Aceh Rayeuk di Persimpangan, Antara Cita Pelayanan dan Nafsu Politik. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Digital Art].

“Kita tak bisa menambah kabupaten baru hanya karena lelah menunggu pelayanan. Tanpa fondasi ekonomi yang kuat, itu seperti membangun rumah di atas pasir.”

[Dr. Usman Lemreung, M.Si. Direktur Lembaga Emirates Development Research (EDR)].

DARI PERBUKITAN SIBREH hingga pesisir Lambaro, suara itu kembali bergema, “Aceh Rayeuk harus berdiri sendiri.”

BACA JUGA...  H Muhammad Isa Terpilih Menjadi Ketua KONI Kota Sabang

Wacana yang telah hidup-mati selama lebih dari dua dekade itu kini kembali menguat di tujuh kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.

Para tokoh lokal, mantan pejabat, hingga tokoh adat menggelar pertemuan kecil di meunasah-meunasah, membicarakan nasib wilayah yang mereka sebut “tak lagi terurus dari Jantho”.

Dalihnya klasik, mempercepat pembangunan, memangkas birokrasi, dan mengentaskan kemiskinan.

BACA JUGA...  Muhammad Saleh: Pak Presiden Prabowo Evaluasi Pejabat di Aceh 

Namun, di balik semangat itu, muncul pertanyaan lama; apakah ini murni keinginan melayani rakyat atau sekadar bungkus baru bagi kepentingan politik lama?

Wacana itu tak Pernah Mati

Aceh Rayeuk pertama kali disebut-sebut sebagai calon kabupaten baru sekitar tahun 2003, tak lama setelah otonomi daerah meluas pascareformasi.

Kala itu, sejumlah tokoh masyarakat Aceh Besar bagian utara mengajukan usulan resmi ke pemerintah provinsi.

BACA JUGA...  Penambahan Batalyon TNI di Aceh Perkuat Manunggal TNI dengan Rakyat

Dokumen setebal seratus halaman itu memuat kajian administratif, demografis, hingga potensi ekonomi.

Berita Terkait

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 
Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:10 WIB

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 September 2026 - 12:05 WIB

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:52 WIB

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Berita Terbaru

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB