BANDA ACEH (MA) – Pagi yang tenang di Aceh tiba-tiba berubah menjadi suasana duka ketika kabar wafatnya Kamaruddin Abubakar, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Razak, menyebar luas di berbagai grup WhatsApp. Rabu, 19 Maret 2025, menjadi hari yang penuh kehilangan bagi masyarakat Aceh. Tokoh yang dikenal sebagai mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh itu menghembuskan napas terakhirnya di Arab Saudi pada pukul 06.00 waktu setempat.
Bagi sebagian orang, Abu Razak adalah simbol perjuangan. Bagi yang lain, ia adalah sosok pemimpin yang visioner dalam dunia olahraga. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, Sekjen Partai Aceh sekaligus Ketua KONI Aceh, hari ini Rabu 19 Maret 2025 pukul 06.00 waktu Arab Saudi,” ungkap Nurzahri, Juru Bicara Partai Aceh, dalam pernyataannya.
Abu Razak bukan sekadar tokoh politik. Ia memiliki peran besar dalam membangun Aceh pasca-konflik, terutama dalam dunia olahraga. Sejak menjabat sebagai Ketua KONI Aceh, ia bekerja keras untuk membangkitkan semangat olahraga di tanah rencong. Ia percaya bahwa olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi juga simbol persatuan dan perjuangan.
Di bawah kepemimpinannya, Aceh mulai menunjukkan prestasi di berbagai ajang olahraga nasional. Fasilitas olahraga yang sebelumnya terbengkalai, diperbaiki dan ditingkatkan. Para atlet Aceh mendapatkan dukungan yang lebih besar, baik dari segi pelatihan maupun kesejahteraan.
Namun, lebih dari sekadar capaian di bidang olahraga, Abu Razak dikenal sebagai sosok yang membumi. Ia kerap menyapa masyarakat tanpa sekat, berbicara dengan para atlet, dan hadir langsung di lapangan untuk memberikan dukungan. “Beliau tidak hanya memberi perintah, tetapi juga turun langsung. Itu yang membuat kami merasa dekat dengannya,” kata salah satu atlet sepak takraw Aceh yang pernah bertemu langsung dengan almarhum.
Kini, Aceh kehilangan seorang tokoh besar. Seorang yang tak hanya berjuang dengan senjata di masa lalu, tetapi juga berjuang dengan semangat membangun di masa damai. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi dunia olahraga Aceh yang kini kehilangan salah satu sosok pemimpinnya.
Informasi mengenai pemulangan jenazah dan prosesi pemakaman masih menunggu kepastian dari pihak keluarga dan pemerintah setempat. Namun yang pasti, semangat perjuangan Abu Razak akan terus hidup dalam ingatan banyak orang. [Sulaiman Manaf]















