LHOKSUKON | MA — Delapan abad perjalanan Aceh Utara akan dirayakan melalui Piasan Pase 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menyiapkan rangkaian kegiatan selama tujuh hari, 7–13 September 2026, yang memadukan sejarah, budaya, agama, kuliner, olahraga, aksi sosial hingga promosi potensi ekonomi masyarakat.
Pusat kegiatan dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon. Namun, sejumlah agenda penting juga akan berlangsung di lokasi lain, terutama kawasan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Samudera Pasai.
Piasan Pase bukan sekadar perayaan seremonial. Momentum Harlah ke-800 Aceh Utara tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali ingatan masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan Pase sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau akrab disapa Ayah Wa, menilai usia 800 tahun merupakan momentum bersejarah bagi daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan peradaban Samudera Pasai.
“Delapan ratus tahun bukan sekadar angka. Akan tetapi, perjalanan panjang sebuah peradaban yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah Aceh, Nusantara, bahkan dunia,” kata Ayah Wa, Kamis, (3/9).
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















