Dengan melibatkan seluruh kecamatan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan kuliner dan tradisi lokal dari masing-masing wilayah.
Pada 9 September, kegiatan berlanjut dengan Expo Inovasi Pertanian dan Mitigasi Bencana, lomba olahraga tradisional serta pementasan drama sejarah Sultan Malik Al-Shaleh.
Agenda tersebut memperlihatkan bahwa Piasan Pase tidak hanya berorientasi pada hiburan. Sejarah, pendidikan, kebudayaan, pertanian dan isu kebencanaan turut dimasukkan ke dalam rangkaian kegiatan.
Nuansa keagamaan dan sosial kemudian diperkuat pada 10 September. Pemerintah daerah menjadwalkan lomba baca kitab kuning, Fahmil dan Syarhil Qur’an.
Sebanyak 800 anak yatim juga dijadwalkan menerima santunan. Malam Dzikir Akbar dan Shalawat turut menjadi bagian dari agenda hari tersebut.
Sehari berikutnya, 11 September, masyarakat akan mengikuti kegiatan gotong royong, donor darah serta penanaman 800 pohon.
Pada hari yang sama dijadwalkan fashion show busana adat bermotif Pase dan Grand Final Duta Wisata.
Memasuki 12 September, masyarakat akan diajak mengikuti jalan santai, sepeda santai dan berbagai permainan tradisional.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kenduri Rakyat dan panggung seni yang menjadi ruang hiburan sekaligus interaksi masyarakat.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















