Rangkaian kegiatan diawali pada 6 September 2026 dengan ziarah ke kompleks makam Sultan Malik Al-Shaleh dan Ratu Nahrasyiah di Kecamatan Samudera.
Ziarah tersebut akan diisi pembacaan Al-Qur’an, Samadiyah dan tahlil. Pada hari yang sama juga dijadwalkan Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Utara.
Pemilihan kawasan Samudera sebagai salah satu lokasi pembuka memiliki makna tersendiri. Kawasan tersebut merupakan bagian penting dari jejak sejarah Samudera Pasai yang menjadi salah satu pusat peradaban Islam di kawasan Nusantara.
Pada 7 September, peringatan memasuki agenda utama Harlah ke-800. Upacara puncak, pembukaan expo dan pertunjukan kolosal menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Salah satu pertunjukan yang dipersiapkan adalah penampilan 800 Rapa’i Pase. Angka 800 penampil tersebut sengaja dihadirkan sebagai simbol perjalanan delapan abad Aceh Utara.
Dalam agenda tersebut juga disiapkan penyambutan Menteri Kebudayaan RI beserta rombongan dari Jakarta.
Kemeriahan berlanjut pada 8 September melalui Festival dan Lomba Kuliner Kenduri Kuah Kari Pase. Sebanyak 27 kecamatan di Aceh Utara dijadwalkan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Festival ini menjadi salah satu agenda yang mengangkat kekayaan kuliner tradisional Aceh Utara. Selain kuliner, agenda hari itu juga mencakup seminar, lomba peradilan adat serta kegiatan yang berkaitan dengan Museum Pase.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















