Piasan Pase 2026 akan ditutup pada 13 September dengan sejumlah agenda, antara lain pasar murah pangan, pertunjukan kolosal, pengumuman pemenang berbagai perlombaan dan seremoni penutupan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menempatkan sejarah Samudera Pasai sebagai salah satu benang merah Piasan Pase 2026.
Warisan sejarah tersebut tidak hanya dipandang sebagai catatan masa lalu, tetapi juga sebagai identitas yang perlu diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Di sisi lain, keberadaan expo, festival kuliner, UMKM dan berbagai kegiatan masyarakat memberikan ruang promosi bagi produk serta potensi lokal.
Dampak ekonomi dari pelaksanaan Piasan Pase masih menjadi harapan dan tujuan penyelenggaraan. Hasil konkretnya baru dapat dinilai setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Dengan memadukan sejarah, seni tradisional, agama, kuliner, olahraga, aksi sosial dan hiburan, Piasan Pase 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperingati delapan abad perjalanan Aceh Utara.
Bagi pemerintah daerah, Harlah ke-800 bukan sekadar perayaan usia. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali identitas Pase, merawat warisan sejarah dan budaya, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















