“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan ini akan kami manfaatkan dan pertanggungjawabkan sebaik-baiknya agar dapat mempercepat pemulihan pelayanan air bersih bagi masyarakat Aceh Tamiang.”
[Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H. Bupati Aceh Tamiang]
- Bantuan 90 ton tawas dan 90 ton kaporit menjadi energi baru bagi Perumdam Tirta Tamiang untuk mempercepat pemulihan layanan air bersih pascabanjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025.
Di tengah proses panjang pemulihan pascabencana, kebutuhan akan air bersih menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat Aceh Tamiang.
Kerusakan instalasi pengolahan air akibat banjir bandang pada akhir November 2025 membuat pelayanan Perumdam Tirta Tamiang belum sepenuhnya pulih.
Di saat itulah, kepedulian berbagai pihak menjadi bagian penting dari upaya percepatan pemulihan.
Salah satunya datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang menyerahkan bantuan bahan kimia pengolahan air berupa 90 ton tawas dan 90 ton kaporit untuk mendukung normalisasi pelayanan air bersih kepada masyarakat.
PEMERINTAH Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) berupa 90 ton tawas dan 90 ton kaporit guna mendukung percepatan pemulihan layanan air bersih Perumdam Tirta Tamiang.




