Selain itu, ia menilai kerja sama kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan solidaritas antarlembaga tetap terjaga dalam menghadapi bencana.
Prosesi penyerahan bantuan turut dihadiri jajaran PMI, para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Direktur Utama Perumdam Tirta Tamiang beserta jajaran, para camat, serta sejumlah tamu undangan.
Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan pelayanan dasar masyarakat dapat kembali berjalan.
Bantuan kemanusiaan yang diberikan PMI menjadi bagian penting dari ikhtiar bersama mempercepat normalisasi layanan air bersih di Aceh Tamiang.
Di balik 180 ton bahan kimia yang disalurkan, tersimpan harapan agar setiap rumah kembali memperoleh akses terhadap air bersih—kebutuhan paling mendasar yang menjadi fondasi kesehatan, kehidupan, dan kebangkitan masyarakat setelah bencana.[]




