ACEH BESAR | MA — Keluarga dinilai memiliki peran paling penting dalam melindungi anak dari berbagai ancaman negatif di era digital, termasuk penyebaran paham Nihilistic Violent Extremism (NVE) atau ekstremisme berbasis kekerasan yang memanfaatkan ruang siber untuk mempengaruhi generasi muda.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Parenting bertema “Sinergi Madrasah dan Keluarga Membentuk Karakter Anak” yang digelar di MAN 4 Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan itu menghadirkan Ust. H. Masrul Aidi, Lc. sebagai pemateri utama, serta Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 Antiteror Polri yang diwakili Aipda Azwar, S.Sos., M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Aipda Azwar menyampaikan materi bertajuk “Peran Orang Tua dalam Mencegah Bahaya Penyalahgunaan Gawai dalam Penyebaran Paham Nihilistic Violent Extremism (NVE) pada Anak.” Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi memang membuka akses belajar yang luas bagi anak dan remaja, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan serius berupa penyebaran ideologi kekerasan melalui berbagai platform digital.
Menurutnya, paham NVE dapat menyebar melalui media sosial, permainan daring, forum internet, hingga berbagai konten digital yang mudah diakses tanpa pengawasan. Kondisi tersebut membuat anak dan remaja menjadi kelompok yang rentan apabila tidak mendapatkan pendampingan yang memadai dari keluarga.




