TAKENGON | MA — Ketua Ikatan Pemuda Gayo (IPG) Banda Aceh, Satria Darmawan, menyoroti minimnya keberpihakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tengah terhadap pengembangan kewirausahaan generasi muda.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu segera menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda, salah satunya melalui pembentukan inkubator bisnis.
Satria menjelaskan, berdasarkan data kependudukan, jumlah pemuda berusia 15–34 tahun di Kabupaten Aceh Tengah mencapai 32,24 persen atau sekitar 76.363 jiwa dari total penduduk sebanyak 236.866 jiwa. Namun, hanya sekitar satu persen dari jumlah tersebut yang berprofesi sebagai wirausahawan.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka tingkat pengangguran terbuka di Aceh Tengah berpotensi terus meningkat. Padahal, pemuda merupakan aset penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Satria Darmawan pada media ini lewat siaran persnya, Senin, (6/7).
Ia menilai rendahnya angka kewirausahaan di kalangan pemuda disebabkan masih minimnya dukungan pemerintah, terutama dalam aspek permodalan dan pendampingan usaha. Berdasarkan analisis yang dilakukan IPG, terdapat tiga alternatif kebijakan yang dapat ditempuh pemerintah, yakni penyusunan Peraturan Bupati atau Qanun tentang dukungan permodalan, fasilitasi pembiayaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta pembentukan inkubator bisnis.




