Mandor Menunggu, Negara Bungkam?

Sabtu, 23 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DI BALIK berdirinya fasilitas umum dan proyek penanganan pascabencana di Aceh Tamiang, ada ironi yang kini mulai terasa pahit di tengah masyarakat [para mandor lokal yang mengerjakan pekerjaan di lapangan justru belum menerima bayaran].

Sementara bangunan berdiri. Pekerjaan berjalan. Aktivitas publik kembali normal.

Namun orang-orang yang lebih dahulu mengeluarkan tenaga, modal, bahkan mempertaruhkan nama baiknya kepada tukang dan toko material, justru dibiarkan menggantung tanpa kepastian.

BACA JUGA...  Polres Aceh Utara Gelarkan Explore Pasee 1 Adventure Trail Ziarah Makam Cut Mutia

Nama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kini menjadi sorotan. Perusahaan BUMN raksasa itu disebut beralasan bahwa pembayaran kepada mandor belum dapat dilakukan karena Kementerian Pekerjaan Umum belum mencairkan pembayaran kepada pihak perusahaan.

Alasan ini terdengar administratif. Bahkan lazim dalam dunia proyek pemerintah.

Tetapi publik berhak bertanya, apakah seluruh risiko proyek negara memang harus dibebankan kepada mandor kecil di daerah?

Apakah kontraktor sebesar WIKA benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk membayar pelaksana lapangan sebelum termin pemerintah cair?

BACA JUGA...  IKAPTK Aceh Gelar Acara Malam Keakraban di Gedung Rumoh Agam Tapaktuan 

Ataukah para mandor lokal memang sejak awal hanya diposisikan sebagai “tameng cash flow” proyek?

Pertanyaan ini penting. Sebab dalam praktik proyek konstruksi nasional, perusahaan besar tidak pernah benar-benar bekerja hanya dengan menunggu uang negara turun.

Berita Terkait

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

Kondisi jalan di Aceh Selatan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu, (16/9).

PERISTIWA

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:33 WIB

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.

NANGGROE

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:19 WIB

Prosesi pelantikan Rahmatsyah, ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi oleh Bupati Bener Meriah oleh H. Ir. Tagore AB.

PARLEMENTARIA

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:12 WIB

Lettu (CPM) Surianto sedang memberikan pengarahan dalam rangka penertiban kendaraan dinas militer di Halaman Makodim 0107/Aceh Selatan, Rabu, (16/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:30 WIB

Pelantikan Muhammad Adam, M. Ed sebagai Ketua IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe periode 2026–2030, oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada Rabu, (16/9).

PENDIDIKAN

Muhammad Adam Pimpin IKA UIN Sultanah Nahrasiyah

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:35 WIB