Huntap Tanjung Seumantoh, Dari Luka Banjir Menuju Kepastian Hunian

“Pengundian nomor rumah dilakukan secara terbuka agar adil, tidak ada titipan, dan tidak ada pilih kasih. Semua calon penerima memiliki hak yang sama. Siapapun yang mendapatkan nomor, itulah rezekinya, dan mari kita terima dengan lapang dada.”

[Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH]

  • Transparansi pengundian 200 unit hunian tetap jadi kunci keadilan bagi warga terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang
BACA JUGA...  RAKYAT BUTUH BUKTI, BUKAN SELFIE

BANJIR bandang yang pernah meluluhlantakkan sebagian wilayah Kabupaten Aceh Tamiang menyisakan luka panjang bagi warganya.

Rumah hanyut, harta benda hilang, dan ketidakpastian menjadi bayang-bayang yang menghantui kehidupan sehari-hari. Namun perlahan, harapan itu kembali menyala.

Di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Minggu, 3 Mei 2026 lalu, harapan tersebut menemukan bentuk nyata melalui proses verifikasi dan pengundian tahap pertama 200 unit hunian tetap (huntap) di Tanjung Seumantoh.

BUPATI Aceh Tamiang, Armia Pahmi, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai simbol komitmen pemerintah daerah dalam memastikan proses distribusi hunian berjalan adil, transparan, dan tanpa intervensi kepentingan.

BACA JUGA...  DI HADAPAN PRESIDEN, BUPATI ACEH TAMIANG UNGKAP KRISIS AIR, RUMAH, DAN PERUT RAKYAT

Dalam sambutannya, Armia menegaskan bahwa pembangunan huntap merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.