ACEH UTARA | MA — Transparansi dalam pengelolaan dana desa menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah gampong. Setiap rupiah yang dialokasikan harus memiliki kejelasan peruntukan, terbuka informasinya, serta dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, saat menggelar pertemuan dengan para geuchik di aula Sekdakab Aceh Utara, Jumat (10/4).
Dalam arahannya, Ayah Wa menegaskan pentingnya keterbukaan informasi di tingkat desa sebagai upaya mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh camat agar segera menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan menginstruksikan para geuchik untuk menggelar rapat di tingkat gampong.
“Rapat di tingkat desa sangat penting untuk menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat terkait penggunaan dan alokasi dana desa tahun 2026. Dengan begitu, tidak akan timbul keraguan maupun persepsi negatif dari masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, transparansi tidak hanya sebatas laporan administrasi, tetapi juga harus disertai komunikasi aktif antara pemerintah desa dan masyarakat. Dengan adanya keterbukaan, masyarakat dapat mengetahui secara jelas program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan.





