IndexPolitica Soroti Kematian Siswa SD di NTT sebagai Social Murder Pendidikan

Kamis, 5 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo.

Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo.

JAKARTA | MA — Kematian YBS (10), siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, membuka luka lama pendidikan Indonesia. Tragedi ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan cerminan bagaimana anak-anak dari keluarga miskin bisa berada dalam tekanan sistemik, dengan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi, rasa malu dan ketakutan yang tersisa, serta perlindungan yang tidak selalu hadir di sekolah.

BACA JUGA...  Forkopimda  Panen Raya Padi di Desa Ruak

Lembaga kajian kebijakan publik IndexPolitica menilai kasus ini sebagai bentuk _Social Murder_ (pembunuhan sosial), sebuah kekerasan yang lahir dari pengabaian dan minimnya respons sistemik negara.

Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo, menegaskan bahwa tragedi YBS seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak terkait pendidikan nasional. Menurutnya, kasus ini mengungkap tekanan sosial yang kerap dialami anak-anak dari keluarga tidak mampu akibat praktik pendidikan yang terlalu formalistik dan kurang sensitif terhadap kondisi sosial murid.

BACA JUGA...  Masyarakat Desak Pemkab Bireuen Agar Segera Mengaspal Jalan Cot Meugoe

YBS diketahui meninggal dunia setelah beberapa hari tidak masuk sekolah. Sebelumnya, sang ibu, seorang janda yang menghidupi lima anak, sempat meminta YBS kembali bersekolah, meski permintaan anak itu akan buku dan alat tulis tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga yang ekstrem.

Berita Terkait

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB