BIREUEN | MA — Senyum tipis mulai mengembang di wajah warga Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, dan Gampong Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa,, Kabupaten Bireuen. Setelah berhari-hari bergelut dengan duka pasca-bencana, kehadiran tim relawan medis seolah menjadi oase di tengah sulitnya akses kesehatan akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh.
Aksi kemanusiaan ini difasilitasi oleh Yayasan Saluran Internasional atau International Channel Foundation (YSI-ICF) pada pertengahan Januari 2026.
Bukan perkara mudah bagi tim untuk mencapai lokasi. Medan menuju dua gampong di pelosok Kabupaten Bireuen ini masih menyisakan trauma alam, jalanan mendaki yang licin dan kubangan lumpur tebal menjadi tantangan utama yang harus ditaklukkan.
Pembina YSI-ICF, Elmer Gelbolingo, pada media , Sabtu, (17/1) mengungkapkan bahwa semangat kemanusiaan menjadi satu-satunya bahan bakar tim untuk bisa sampai ke titik terparah terdampak bencana.
”Butuh semangat yang besar untuk dapat menembus kedua gampong ini. Kondisi jalan belum sepenuhnya pulih, namun kami sadar warga di sini sangat membutuhkan bantuan segera,” ujar Elmer saat meninjau lokasi distribusi bantuan.
Kehadiran para tenaga medis disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini merasa terisolasi. Selain memberikan pengobatan gratis untuk penyakit fisik, tim relawan juga menghadirkan layanan Trauma Healing bagi anak-anak di pengungsian. Gelak tawa anak-anak yang sempat hilang akibat bencana, perlahan kembali terdengar lewat trauma healing yang dikemas secara interaktif. Hingga saat ini, sebagian warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas yang terbatas.




