PIDIE JAYA | MA — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-37 di Pidie Jaya terus menuai pujian. Apresiasi datang dari berbagai pihak, termasuk Safriadin, seorang official MTQ dari Subulussalam, dan Amiruddin, official MTQ dari Aceh Barat Daya (Abdya).
Safriadin, yang sudah beberapa kali mengikuti MTQ Aceh di berbagai kabupaten, menilai bahwa pelaksanaan MTQ di Pidie Jaya sangat baik. “Sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan masih dalam batas yang wajar,” ujarnya.
Amiruddin dari Abdya juga mengungkapkan keterkesanannya terhadap keteraturan dalam semua aspek pelaksanaan MTQ. Ia menyoroti pengelolaan parkir yang tertib dengan adanya tiket parkir, yang menjadi pemasukan bagi daerah dan bukan parkir liar. “Pengelolaan parkir di sini sangat baik, ada tiket parkir yang jelas dan hasilnya masuk ke kas daerah,” kata Amiruddin.
Pelaksanaan MTQ kali ini sempat diragukan bisa dibuka tepat waktu karena sehari sebelum pembukaan, Event Organizer (EO) melarikan diri dan lepas tanggung jawab. Namun, berkat kesigapan panitia dan dukungan penuh dari masyarakat Pidie Jaya, MTQ tetap berjalan sesuai rencana, bahkan dinilai sukses besar.
Selain itu, pelaksanaan MTQ Pidie Jaya juga memberikan berkah bagi para pedagang, termasuk Rizal, seorang pedagang asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Rizal mengaku telah berada di arena MTQ selama hampir seminggu dan merasa nyaman dengan kondisi yang ada. “Kami sangat aman dan sangat kondusif berdagang di dalam arena MTQ Pidie Jaya,” ungkap Rizal.





