“Tamiang ini, Kabupaten kecil, tepat berada di ujung Timur provinsi Aceh. Gaungnya membangkitkan Asabat penulis tanah air. Mampu menelurkan penulis-penulis andal, bisa sejajar dengan penulis Nasional lainnya di Indonesia, berprestasi dan membanggakan daerah,” kata Armia.
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Hari, 15 September 2025, paling bersejarah bagi penulis fiksi mini terbanyak Aceh Tamiang. Pegiat dan Pelaku seni itu mulai berceloteh di kancah nasional pecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI), sebagai penulis fiksi terbanyak seantero Indonesia.
“Aceh Tamiang kecil, tetapi berpotensi besar menelurkan penulis-penulis andal. Mendongkrak nama daerah ke kancah nasional, saya tabik dan kagum, penghargaan setinggi-tingginya untuk mereka penoreh tinta emas dunia penulis,” begitu Bupati Aceh Tamiang. Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH. Pada mediaaceh.co.id, via aplikasi whatsApp. Senin, 22 September 2025 dari Kualasimpang.
Sebut Armia bahwa; Karya anak bangsa yang tak dapat dipungkiri kualitasnya, nama Aceh Tamiang terdongkrak di kancah nasional. Kiprahnya membahana di Auditorium Perpustakaan Nasional kala itu.
Masih segar diingatan, Penerbit SIP Publishing bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI menggelar Peluncuran Buku dan Penyerahan Piagam Pemecahan Rekor MURI Penulisan Fiksi Mini Terbanyak.




