Uji Coba BASAGA dan  KKN Menggema, H. Mirwan: Agar Bersabar 

Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS minta masyarakat bersabar dan pastikan program BASAGA merata.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN | MA Program Bajak Sawah Gratis atau disingkat BASAGA yang digadang-gadang Bupati Aceh Selatan (Asel) H. Mirwan sebagai program unggulannya, sudah  diresmikan  di Gampong Teungah Peulumat, Kecamatan Labuhan Haji Timur, pada, Selasa, (13/5/2025).

Banyak pihak dan bukan petani saja yang menyambut gembira pelaksanaan launching tersebut, tetapi tidak sedikit pula  yang  mencibir acara seremonial itu hanya untuk mengejar target 100 hari kerja pemerintahannya bersama Wakil Bupati H. Baital Mukadis.

Sebagaimana direkam mediaaceh.co.id, paska pelaksanaan launching, terdapat beberapa hal yang dikritisi sebagian orang termasuk soal ketersediaan anggaran yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan petani.

Sehingga muncul pesimisme dari banyak  kalangan termasuk petani dengan menyebut program itu sebagai program di atas kertas.

Sebagian pihak, bahkan menyoroti  BASAGA itu sebagai program “mercu suar” yang sulit dilaksanakan selama masa pemerintahan MANIS di tengah krisis anggaran yang terjadi di Aceh Selatan.

Selain itu, sulit untuk tidak disorot dan sulit untuk “dicintai’ oleh seluruh masyarakat Aceh Selatan karena sejak awal sudah memunculkan kritisi yang tajam dari berbagai pihak di antaranya, pertama, ada kesan pemilihan lokasi launching yang “berbau” nepotisme,  kedaerahan. Karena,  Labuhan Haji Raya  adalah daerah asal  Bupati H. Mirwan MS.

BACA JUGA...  Rumah Nek Nurmi Diresmikan, Istri Pj Bupati: Kita Apresiasi Seluruh Lapisan Masyarakat Padang Tiji 

Kedua, program ini, memunculkan diskriminasi antar wilayah. Dari dari 18 kecamatan minus dua kecamatan yakni Tapaktuan dan Trumon Timur, hanya  delapan kecamatan yang dialokasikan antara lain, Labuhan Haji Barat 51,64 hektar, Labuhan Haji 16,67, Labuhan Haji Timur 202,46, Meukek 185,44, Samadua 89,01, Pasie Raja 113,88, Kluet Tengah 184,88 dan Trumon Tengah 31,55 Hektar.

Sedangkan untuk enam  kecamatan lainnya Sawang, Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Timur, Kota Bahagia dan Bakongan Timur baru direncanakan  pada tahun anggaran 2026 yang akan datang.

“Padahal, beberapa kecamatan  dimaksud yang terdapat di wilayah Kluet Raya memiliki lahan persawahan yang cukup luas yakni Kluet Utara dan Kluet Timur, sedangkan  terpilihnya Kluet Tengah sebagai salah satu alokasi BASAGA diperkirakan karena kampung Wabup,” begitu perbincangan di beberapa tempat.

Menanggapi pertanyaan atas enam kecamatan belum dialokasikan tahun ini, Bupati  Aceh Selatan H. Mirwan MS kepada media, mengatakan, supaya bersabar.

BACA JUGA...  APBK 2024 Aceh Selatan Defisit Sekitar  Rp.61 Milyar

“Harap bersabar, karena  tahun 2026 akan dilaksanakan merata di seluruh kecamatan,” katanya.

Sementara itu, narasi perbincangan yang pro-kontra tentang program BASAGA bahkan meluas di berbagai platform media sosial termasuk FB dan grup WhatsApp (WAG) di Aceh Selatan.

Beberapa anggota WAG, bahkan memperbincangkan adanya kecenderungan pemerintahan H. Mirwan MS-H. Baital Mukadis mempraktekkan KKN.

Hal itu, terbukti ketika pemilihan kegiatan pemerintahan,  wilayah Labuhan Haji Raya menjadi prioritas utama seperti TMMD, MTQ, BASAGA dan peresmian BLUD Puskesmas.

“Mudah-mudahan tidak benar adanya KKN tersebut dan  program BASAGA ini dapat berjalan sebagai mana yang diharapkan,” kata tokoh masyarakat dari Kluet Raya.

Begitupun, program BASAGA  ini sangat baik dengan  salah satu tujuannya adalah membantu meringankan beban petani dan mengurangi biaya produksi, meningkatkan produk gabah dan beras di Aceh Selatan dan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras dalam rangka menyukseskan program ketahanan nasional.

Menurut Dinas Pertanian Aceh Selatan,  berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 02/KPTS/RC.040/M/01/2025 tentang Kawasan Pertanian Nasional  bahwa luas lahan sawah di Kabupaten Aceh Selatan yang tersebar di 14 Kecamatan dari 18 Kecamatan yang ada adalah 6.949 hektar dengan lahan terluas ada di Kecamatan Kluet Utara 1.589,03 hektare dan yang paling sedikit Kecamatan Trumon Tengah 55,61 hektare.

BACA JUGA...  Wagub Aceh Dorong Penguatan KEK Arun Lhokseumawe dan Pengelolaan Aset oleh Pemerintah Aceh

Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan Nyak Lah, SP, MM,  mengatakan,  sesuai dengan perencanaan tahun 2025,  Pemerintah  Aceh Selatan  mengalokasikan anggaran sebesar Rp.1,1 Milyar untuk 650 Ha dan dilakukan penambahan anggaran di pergeseran sebesar Rp.350 Juta untuk 225, 53 hektar.

Sehingga, jika ditotalkan jumlah anggaran BASAGA tahun 2025 adalah sebesar Rp. 1,4 Milyar  untuk lahan seluas  875,53 Ha yang tersebar di  delapan kecamatan antara lain, Labuhan Haji Barat 51,64 hektar, Labuhan Haji 16,67, Labuhan Haji Timur 202,46, Meukek 185,44, Samadua 89,01, Pasie Raja 113,88, Kluet Tengah 184,88 dan Trumon Tengah 31,55 hektar.

Sedangkan untuk 6 kecamatan lainnya Sawang, Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Timur, Kota Bahagia dan Bakongan Timur akan dilaksanakan pada tahun 2026.

“Mudah-mudahan program BASAGA ini dapat berjalan sebagai mana yang diharapkan,” kata Nyak Lah.(Maslow Kluet).