Hentikan Pembongkaran Sepihak, Nelayan: Kami Makan Apa Pak

Para Nelayan Cangkol Padang dan Dedem, tolak pembongkaran cangkul milik mereka yang tersebar di danau Lut tawar.

TAKENGON | MA Puluhan nelayan dari kawasan Cangkol Padang dan Dedem, yang berada di sepanjang pinggiran Danau Lut Tawar, Aceh Tengah, meminta Pemerintah Daerah menghentikan pembongkaran bangunan cangkol yang mereka kelola. Mereka menilai kebijakan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa sosialisasi dan solusi yang jelas terkait nasib para nelayan.

BACA JUGA...  Direktur PMD : Bireuen Akan Menjadi Pilot Projeck Desa Ramah Anak

Permintaan ini disampaikan oleh Sengeda Gayo (60), mewakili nelayan Cangkol Padang dan Dedem, saat ditemui awak media di Takengon, Selasa (13/5/2025).

Menurut Sengeda, para nelayan memahami bahwa tujuan pemerintah untuk membersihkan Danau Lut Tawar demi menjaga ekosistem dan mendukung pariwisata adalah hal yang baik.

Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut seharusnya mempertimbangkan kehidupan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas menangkap ikan di danau.

BACA JUGA...  Perhubungan Aceh Selatan dan Subulussalam Lumpuh, Jembatan Patah dan Trumon Banjir Lagi 

“Kami tidak menolak, tapi tolong pikirkan juga nasib kami dan anak-anak kami. Selama ini kami tidak pernah meminta bantuan untuk biaya sekolah atau kehidupan sehari-hari dari pemerintah. Kami hanya ingin usaha kami tidak dimatikan tanpa solusi,” ujarnya.

Ia juga menilai pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah, seharusnya bijak dan mengedepankan dialog sebelum mengambil keputusan. “Kami juga punya harga diri, punya saudara di pemerintahan. Jangan mengambil keputusan sepihak. Sosialisasikan dulu, beri kami waktu untuk mencari usaha pengganti,” tambahnya.