Warga Desa Suka Tani Keluhkan Limbah PT Blangkutumba, Lalat dan Bau Ganggu Aktivitas 

BIREUEN | MA Warga Desa Suka Tani, yang berada di sekitar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Blangkutumba, mengeluhkan pencemaran lingkungan yang semakin parah.

Mereka harus menghadapi bau limbah yang menyengat serta serangan lalat dalam jumlah besar, yang mengganggu kenyamanan di rumah maupun warung-warung.

Ketua Satgassus Pangan Kabupaten Bireuen, Hasnawi Ilyas atau yang akrab disapa Awi Juli, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk, terutama di bulan suci Ramadan.

BACA JUGA...  Aceh Bidik PAD dari Sentralisasi Industri B3 Medis, Tak Lagi Tergantung Sumut

“Lalat sudah sangat banyak, hampir di semua rumah dan warung warga. Bau limbah juga semakin menyengat,” ujar Hasnawi, Selasa (26/3).

Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi air alur yang sudah lama tidak bisa digunakan. Air tersebut tidak lagi layak untuk menyiram tanaman pangan seperti cabai, tomat, dan terong. Bahkan, ternak seperti sapi, kambing, dan kerbau tidak bisa meminumnya karena bau limbah yang menyengat.

BACA JUGA...  Jumlah Korban Meningal di Halmahera Bertambah, Satu Orang Meninggal di Pengungsian

“Kondisi ini sudah sangat mengganggu. Warga berharap ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Sejauh ini, warga masih menunggu tanggapan dari PT Blangkutumba maupun pemerintah daerah terkait persoalan limbah ini. Mereka berharap ada solusi cepat agar dampak pencemaran tidak semakin meluas.