BANDA ACEH | MA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Aceh, Safwan Nurdin, M.Si. mengharapkan para pihak berkepentingan dapat menjaga harmonisasi dan sinergitas dalam rangkan penyelanggaraan pemerintahan di Aceh.
“Hal ini penting untuk menuntaskan berbagai persoalan yang dialami rakyat saat ini, mulai dari angka pengangguran yang tinggi dan tingkat kemiskinan yang saat ini massif di Aceh. Termasuk kualitas anggaran yang belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” ujar Safwan dalam rilis pers yang diterima redaksi mediaaceh.co.id, Rabu, 26 Februari 2025.
Safwan mengingatkan, Agustus 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Aceh sebesar 5,75%, lebih tinggi dari TPT di Indonesia sebesar 4,91%. Ini artinya tingkat pengangguran di Aceh lebih besar jika dibandingkan dengan nasional.
Begitu pula soal kemiskinan, September 2024, angka kemiskinan di Aceh sebesar 12,64%. Sementara itu, pada Maret 2024, persentase penduduk miskin di Indonesia sebesar 9,03%. “Lagi-lagi, angka kemiskinan di Aceh lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional,” sebutnya.
Dalam hal pertumbuhan ekonomi juga demikian, pada triwulan IV-2024 pertumbuhan ekonomi Aceh hanya sebesar 4,15% (y-on-y). Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan IV tahun 2024 adalah 5,02% (y-on-y). “Artinya ekonomi Aceh itu melambat jika dibandingkan nasional,” pungkas dia.





