Jhon juga curiga, perubahan aplikasi ini bukan semata untuk meningkatkan layanan, melainkan ada masalah lebih besar yang ditutupi. “Kalau sekadar menambah fitur, tak perlu ganti aplikasi. Ini malah terkesan ada sesuatu yang ingin disembunyikan,” kata dia.
BANDA ACEH | mediaaceh.co.id – Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali menuai kritik. Peralihan layanan dari BSI Mobile ke aplikasi Beyond dinilai tak hanya membingungkan, tetapi juga mempersulit nasabah.
Alih-alih menawarkan layanan yang lebih baik, migrasi aplikasi ini justru menambah daftar panjang polemik perbankan syariah di Tanah Air, khususnya di Aceh.
Ketua Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA), Muhammad Jasdi, menilai migrasi ini tak ubahnya eksperimen yang dipaksakan.
“BSI seolah-olah masih dalam tahap uji coba, tetapi masyarakat yang jadi korban. Jika proses migrasi ini benar-benar untuk mempermudah, seharusnya cukup dengan nomor ponsel dan KTP, bukan malah menyulitkan dengan permintaan nomor kartu debit yang tak lagi digunakan oleh banyak nasabah,” ujar pria yang akrab disapa Jhon Jasdi. Selasa, 11 Februari 2025.
Menurutnya, kebijakan ini berpotensi menimbulkan dampak serius bagi nasabah yang butuh transaksi mendesak.




