Pengelolaan Birokrasi Aceh Besar Dinilai Bermasalah, Dampaknya Bisa Ganggu Kebijakan Anggaran

Jumat, 24 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Usman Lamreung,M. Si.

Dr. Usman Lamreung,M. Si.

BANDA ACEH (MA) Pengelolaan birokrasi yang baik mencerminkan kredibilitas, transparansi, dan akuntabilitas sebuah pemerintah daerah. Namun, bila tidak sesuai aturan, hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah serius. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Usman Lamreung, M.Si, Dosen Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh Besar, melalui siaran persnya pada Jumat (24/1/2025).

BACA JUGA...  Ambulans Puskesmas Kluet Utara Tidak Layak, Warga Minta Pemkab Segera Ganti

Menurut Usman, salah satu kasus yang mencerminkan pengelolaan birokrasi yang tidak konsisten terjadi di Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Ia menyoroti pemberhentian Sekretaris Daerah (Sekda) Sulaimi oleh Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar yang tidak sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Pj Gubernur Aceh. SK bernomor PEG.821.22/66/2024 menetapkan bahwa pemberhentian Sekda berlaku sejak 20 Desember 2024. Namun, realisasi pemberhentian baru dilakukan pada 17 Januari 2025.

BACA JUGA...  KBQ Baburrayan Hadiri Symposium Koperasi Nasional

“Hal ini mencerminkan kesalahan pengelolaan birokrasi. Jika Sekda Sulaimi dicopot sesuai dengan ketentuan SK tersebut, maka seluruh administrasi yang ditandatangani atas namanya setelah 20 Desember 2024 menjadi batal demi hukum. Ini berpotensi memunculkan masalah besar, terutama terkait kebijakan administratif dan pengelolaan anggaran,” jelas Usman.

Ia juga menambahkan bahwa tindakan Pj Bupati tersebut menunjukkan kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan. Semua kebijakan dan keputusan yang diambil atas nama Sekda setelah SK berlaku dapat dinyatakan tidak sah secara hukum.

BACA JUGA...  Kajari Aceh Besar Pulihkan Kerugian Negara, Sinyal Tegas Berantas Korupsi 

Berita Terkait

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama
Mitra MBG: Wacana Kantin Sekolah Harus Sejalan dengan Standar Gizi dan Keamanan Pangan
Ayah Wa: Dukungan T. A. Khalid Jadi Bentuk Kepedulian terhadap Aceh Utara
Ayah Wa Sampaikan Terima Kasih kepada Mensos RI atas Ucapan Milad ke-800 Samudera Pasai
Tajaga Adat, Tapeukong Syariat, Pesan Kuat di Balik 800 Tahun Samudera Pasai
Sekda Aceh Barat Pimpin Pra Rapim DAK dan BKK

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Jumat, 11 September 2026 - 07:40 WIB

Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan

Kamis, 10 September 2026 - 21:50 WIB

Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Kamis, 10 September 2026 - 21:20 WIB

Mitra MBG: Wacana Kantin Sekolah Harus Sejalan dengan Standar Gizi dan Keamanan Pangan

Kamis, 10 September 2026 - 17:30 WIB

Ayah Wa Sampaikan Terima Kasih kepada Mensos RI atas Ucapan Milad ke-800 Samudera Pasai

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM saat menyerahkan santunan dan memeluknya anak yatim dengan air mata berlinang di acara Harlah Samudra Pasai Ke-800 tepatnya pada malam keempat acara tersebut, Kamis malam, (10/9).

PEMERINTAHAN

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:05 WIB