Garam Santri Mulai Menampak Hasil, Pj Bupati Pijay Apresiasi Usaha Semi-Tradisional

Selasa, 14 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA (MA) — Garam Santri yang berasal dari Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), kini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Usaha garam semi-tradisional yang dirintis sejak tahun 2019 tersebut kini sudah mampu menghasilkan produksi hingga 7 ton per bulan, dengan harga jual Rp 4.500 per kilogram.

BACA JUGA...  SPS Aceh Panen Apresiasi, Sukses Jadi Tuan Rumah Rakernas dan HUT ke-79

Usaha garam ini menggunakan teknologi geo membrane dalam proses produksinya, yang membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas garam yang dihasilkan.

Dengan teknologi ini, air laut dapat lebih cepat diuapkan, menghasilkan garam dengan kualitas yang lebih baik dan lebih stabil, meskipun menggunakan metode tradisional.

Pj Bupati Pidie Jaya, Teuku Ahmad Dadek, yang didampingi oleh Kadis Kelautan dan Perikanan Pidie Jaya, Yandi Yusnandar, serta Kadis DPMPTSP Nakertrans Pidie Jaya, Fajri, Selasa , (14/1/25) melakukan kunjungan langsung ke lokasi produksi garam tersebut untuk meninjau perkembangan usaha yang melibatkan para santri di Dayah setempat.

BACA JUGA...  Aset BPKS Setelah Dibangun Tapi Tak Dirawat

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Usaha Garam Santri, Tgk. Muhajir, melaporkan bahwa sistem penjualan garam santri semakin terbuka dengan memanfaatkan media sosial, yang memudahkan pemasaran dan memperluas jangkauan pasar.

Berita Terkait

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB