TAPAKTUAN (MA) — Ancaman longsor pada lintasan jalan pegunungan Gunung Sekorong sepanjang lebih kurang 9 Km menghantui warga tiga desa di kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan.
Ketiga desa itu yakni Gampong Lawe Buloh Didi, Lawe Sawah dan Lawe Cimanok.
Mengapa hanya pengguna jalan dari ketiga desa tersebut yang merasa dihantui? Karena, mereka berdomisili di perkampungan yang “terpisah” dari desa lain di Kluet Timur, termasuk Paya Dapur sebagai kota kecamatan.
Adapun yang memisahkan kawasan “udik” di Kluet Timur itu adalah bentangan pegunungan Gunung Sekorong sepanjang 9 Km.
Sedangkan jalan satu-satunya dari dan ke tiga desa itu, hanya badan jalan lintasan pegunungan yang sering longsor.
“Kondisi itulah (maksudnya longsor-red) yang sering menghantui warga di sana, bisa saja insiden terjadi saat melintasi jalan tersebut,” kata beberapa warga, Sabtu, (7/12).
Laporan warga setempat, sebagaimana yang terjadi, belum lama ini, longsoran material berupa tanah dan batu menimbun badan jalan di lokasi pegunungan menuju Gampong Lawe Buluh Didi kecamatan Kluet Timur.
“Persisnya, di salah satu tikungan jalan, namun hingga kini tumpukan materialnya belum disingkirkan sehingga menyulitkan pengguna jalan yang melintas,” kata salah seorang warga Lawebulohdi.




