Ancaman Longsor, Menghantui Warga dan Pengguna Jalan di Kluet Timur

Salah satu titik longsor di lintasan jalan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan, direkam, Jumat, (6/12).(poto/mediaaceh.co.id/istinewa).

TAPAKTUAN (MA) — Ancaman longsor  pada lintasan jalan pegunungan Gunung Sekorong sepanjang lebih kurang 9 Km menghantui warga tiga desa di kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan.

Ketiga desa itu yakni Gampong Lawe Buloh Didi, Lawe Sawah dan Lawe Cimanok.

Mengapa hanya pengguna jalan dari ketiga desa tersebut yang merasa dihantui? Karena, mereka berdomisili di perkampungan yang “terpisah”   dari desa lain di Kluet Timur, termasuk Paya Dapur sebagai kota kecamatan.

BACA JUGA...  YARA Keberatan Terhadap Pengalihan Penahanan Maimun

Adapun yang memisahkan kawasan “udik” di Kluet Timur itu adalah bentangan pegunungan Gunung Sekorong sepanjang 9 Km.

Sedangkan jalan satu-satunya dari dan ke tiga desa itu, hanya badan jalan lintasan pegunungan yang sering longsor.

“Kondisi itulah (maksudnya longsor-red) yang sering menghantui warga di sana, bisa saja insiden terjadi saat melintasi jalan tersebut,” kata beberapa warga,  Sabtu, (7/12).

BACA JUGA...  Warga Durian Kawan Kluet Timur Tuntut Transparansi Pengelolaan BUMG

Laporan warga setempat, sebagaimana yang terjadi, belum lama ini, longsoran  material berupa tanah dan batu  menimbun badan jalan di lokasi pegunungan menuju  Gampong Lawe Buluh Didi kecamatan Kluet Timur.

“Persisnya, di salah satu tikungan jalan, namun hingga kini tumpukan materialnya  belum disingkirkan sehingga menyulitkan pengguna jalan yang melintas,” kata salah seorang warga Lawebulohdi.