Aktifis Pro Kemerdekaan Gelar Puisi ‘Ninabobo’ Korban Konflik

Rabu, 7 September 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Shadia Marhaban. Foto: lakilakibaru.or.id
Shadia Marhaban. Foto: lakilakibaru.or.id

BANDA ACEH | AP-Grup eks aktifis pro kemerdekaan Aceh, Shadia Marhaban menggelar teater dan seni drama dengan tema ” Membangun Cinta dengan Korban Konflik Aceh “, Rabu 7 September 2016 di Banda Aceh.

Acara yang dihadiri sekitar kurang lebih 100 orang, diantaranya aktivitas, korban konflik, seniman Aceh serta perwakilan mahasiswa di Banda Aceh. Dalam kegiatan tersebut turut hadir dua orang korban konflik yaitu, Ibu Umi asal Lhokseumawe dan Andri Merisa dari Lamno Aceh Jaya.

Fauzan Santa (Monolok Seni Drama dan Sastra) yang membacakan buku salah satu tahanan menulis tentang perdamaian, permasalahan konflik yang nantinya sebagai media untuk menghormati kemerdekaan.

“Acara kami tidak lupa bertujuan untuk menciptakan wadah bagi para korban komplik Aceh dengan makna-makna yang non materil tapi lebih kepada gerakan spiritualisme dan non materialisme permainan dari gerakan ini adalah untuk menciptakan sebuah rasa kebersamaan dalam bentuk yang lebih bermartabat apresiasi dalam bentuk persaudaraan perasaan diakui didengar dan jauh dari pemikiran kuasa dan hawa nafsu,” ujar Shadia Marhaban, mantan Istri wartawan AS, William Nelsen dan eks petinggi GAM Nur Juli.

BACA JUGA...  GAM Rayakan Milad Ke-48 dengan Zikir dan Doa Bersama di Sago Raja Sabi

Acara ini digelar beberapa kali sebagai ungkapan bahwa memory periodik transfer menjadi spiritualisme dalam mengingat korban konflik Aceh karena selama ini jika bicara tentang konflik di Aceh maka yang tersirat hanyalah sebuah kehampaan dan ketidakmenentunya iklim politik pasca perdamaian di Aceh.

“Hawa nafsu untuk mendapatkan suatu bentuk materi lebih berkuasa dari segalanya sehingga rasa hati sudah tidak merasakan lagi walaupun korban mayoritas berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga ada ide tuntutan ekonomi menjadi persyaratan pengakuan kompensasi tentunya hal ini bukanlah tunggal karena manusia tidak semata didasari pada pengakuan materiil saja,” kata aktifis Pro Kemerdekaan itu meninabobokan korban konflik yang sangat kejam itu.

BACA JUGA...  Mualem Kunjungi Rumah Almarhum Mantan Sekjend PA

Sambung Shadia, yang juga mantan Salahuddin Alfata itu, perasaan didengar dan pengakuan terhadap keabsahan cerita korban tangisan dan jeritan korban karena kehilangan orang-orang yang dicintai menjadi suatu bentuk kekuatan baru bahkan bisa ditransfer dalam membangun semangat humanisme secara eksternal dan spiritualisme kirana internal.

“Sengaja acara ini kami tidak kemas dalam bentuk yang serius seperti seminar FGD dan sebagainya karena umumnya para korban sudah mencapai titik jenuh berkumpul bercengkrama bersama dalam bentuk sebuah acara kopi sore menjadi luapan kegembiraan yang tiada kira apalagi diselingi dengan suguhan budaya yang bisa menciptakan sebuah rasa kebersamaan dalam suka dan duka kerinduan berkumpul bersama dan bersilaturahmi menjadi penawar hati yang cukup kuat, ” ujarnya.

BACA JUGA...  Eks Komandan Pasukan Elit GAM Wakaf Tanah, Bang Wandi Hadir

Shadia percaya pada kekuatan narasi dan cinta bahwa manusia pada dasarnya ingin didengar dan bertegur-sapa.

“Kekuatan cinta inilah yang membawa kami untuk tetap berkonsisten menjaga  ruang ruang hati agar tidak saling menodai,” ujar Shadia berpuisi (Ar/Alan)

Berita Terkait

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 
Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026
Percakapan di X Terkait Pilpres 2029
Tasyakuran HUT ke-28 PAN, Aminullah Usman Tegaskan Komitmen ‘Bantu Rakyat’
Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 
Eks GAM Minta Pusat Tepati Janji Damai
Ketua Fraksi NasDem Novi Rosmita  Diduga Terlibat Aktif MBG, Partai Harus Bersikap

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:10 WIB

Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Percakapan di X Terkait Pilpres 2029

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Tasyakuran HUT ke-28 PAN, Aminullah Usman Tegaskan Komitmen ‘Bantu Rakyat’

Berita Terbaru

FEATURE

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:30 WIB

Kondisi jalan di Aceh Selatan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu, (16/9).

PERISTIWA

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:33 WIB

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.

NANGGROE

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:19 WIB

Prosesi pelantikan Rahmatsyah, ST sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi oleh Bupati Bener Meriah oleh H. Ir. Tagore AB.

PARLEMENTARIA

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:12 WIB

Lettu (CPM) Surianto sedang memberikan pengarahan dalam rangka penertiban kendaraan dinas militer di Halaman Makodim 0107/Aceh Selatan, Rabu, (16/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

Kodim 0107/Asel Tertibkan Pemakaian Kendaraan 

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:30 WIB