Pemko Sabang Dorong Pelaku Ini Untuk Berinovasi

Pj Wali Kota Sabang Drs Reza Fahlevi, M.Si.

SABANG, (MA) Pemerintah Kota (Pemko) Sabang terus mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar berinovasi dalam meningkatkan kualitas produknya.

“Sangat penting mendorong pelaku ekraf yang ada di kota Sabang ini untuk meningkatkan kualitas produknya agar semakin bagus dan secara kelembagaan punya wadah agar bisa saling bersinergi” kata Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi.

Hal ini diungkapkannya ketika membuka Sosialisasi Kelembagaan Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, bertempat di Aula Hotel Nagoya Inn Sabang, Senin (17/10).

BACA JUGA...  Bertemu Wartawan, Gubernur Zaini Baca Doa Pengusir Setan

Menurutnya, ekraf dan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi dan merupakan hal yang sangat penting, karena saat ini wisatawan menjadikan produk ekraf sebagai oleh-oleh.

“Selama ini kita sudah punya produk ekraf yang menarik, tinggal bagaimana kita melakukan upaya peningkatannya, misalnya menambah merchandise, dan produk UMKM lainnya. Kemudian ketika high season, masyarakat harus bisa memanfaatkan situasi dengan ikut berjualan baik makanan ataupun produk lainnya. jadi wisatawan merasa nyaman berada di Sabang” tambahnya.

BACA JUGA...  Komunitas Wisata Tuantapa, Rayakan HUT-VIII di Guha Batee Meucanang  Labuhan Haji Barat

Sementara itu, Kepala bidang pengembangan usaha pariwisata dan kelembagaan, Disbudpar Aceh, Ismail mengatakan Kota Sabang dari sisi kuliner sudah menonjol, misalnya sate gurita dan mie sedap. Kemudian ada salak dan beberapa produk Bakpia yang sering menjadi oleh-oleh khas Sabang.

“Kita berharap dengan kegiatan ini akan bisa membuka wawasan dan upgrading produk dari pelaku ekraf. Pengemasan produk juga bisa dilakukan lebih bagus agar kualitas usaha mereka meningkat dan semakin terkenal. Dengan meningkatkan ekraf akan meningkatkan pula ekonomi masyarakat Sabang itu sendiri,” tambahnya. (Jalaluddin Zky).

BACA JUGA...  Otsus Dinilai Belum Optimal, JASA: Sistem Kesehatan Aceh Harus Reformasi