BANDA ACEH, MEDIAACEH.CO.ID – Anggota DPR Aceh Komisi IV Muhammad Yunus, Jum’at,(2/9/2022) meminta kepada pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dengan solusi lebih memperketat pengguna pertalite dan solar.
Menurutnya, saat ini masih tidak sesuai peruntukan BBM bersubsidi yang di tunjukkan dengan data 80 persen pengguna BBM bersubsidi adalah golongan mampu.
“Saya melihat pengguna motor ini menyerap konsumsi BBM tidak terlalu signifikan. Pengguna motor inilah yang mestinya mendapat kesempatan seluasnya untuk mengkonsumsi BBM bersubsidi baik dari jenis pertalite maupun solar.
Selain itu, lanjutnya, mobil di bawah 1500 cc juga masih dapat ditoleransi untuk menikmati subsidi BBM. Dan yang perlu mendapat prioritas adalah para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dimana kendaraan logistiknya perlu dapat sokongan untuk mengembangkan bisnis mereka.
Yunus mengingatkan pemerintah, bahwa ketika BBM naik, dengan kondisi perekonomian belum normal akibat pandemi, akan memicu peningkatan inflasi yang sangat besar. Bahkan, daya beli masyarakat akan semakin jatuh yang menyebabkan angka kemiskinan semakin melonjak.
“Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani yang mengeluhkan akan hal ini. Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi jelas akan memberatkan mereka yang sehari-hari sangat tergantung terhadap BBM jenis Solar yang harganya makin naik,” jelas Yunus.
Ia menambahkan, sampai saat ini pemerintah belum menemukan solusi tepat bagi permasalahan tersebut, tak hanya diusulkan untuk naik BBM bersubsidi jenis Solar juga sangat sulit ditemukan pada daerah tertentu.(Manyak).




