Pemerintah Aceh tak Mampu Kelola Otsus Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Minggu, 17 Juli 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Aceh tak Mampu Kelola Otsus Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

BANDA ACEH (MA) – Pemerintah Aceh diduga tak mampu mengelola Dana Otonomi Khusus (Otsus) peruntukkan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (PER) untuk mengentaskan kemiskinan provinsi Aceh.

Begitu penegasan Ketua Federasi Kebangkitan Buruh Indonesia (FKUI) KSBSI Aceh. TA. Bani Baeit, pada mediaaceh.co.id. Minggu, 17 Juli 2022 di Banda Aceh.

BACA JUGA...  Kadinkes Aceh Utara Ajak Kapus Tingkatkan Pelayanan Untuk Masyarakat

“FKUI KSBSI sangat merespon data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh yang dikeluarkan Jumat 15 Juli 2022 lalu diterbitkan oleh berbagai media,” Jelas Bani.

Apalagi jika melihat Pemerintah Aceh selama ini belum mampu memanfaatkan Dana Otsus Provinsi Aceh untuk pembiayaan pemberdayaan ekonomi rakyat dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Pemerintah dan Legislatif Aceh masih terjebak pada praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme ( KKN ) sehingga menggunakan dana otonomi khusus untuk pengentasan kemiskinan hanya mengalir kepada kelompok tertentu,” Kata Bani.

BACA JUGA...  Lebaran di Depan Mata, Belanja Pemerintah Masih Wacana

Dijelaskan, pada tahun 2022 ini angka kemiskinan Aceh mencapai 14,2%, masih menjadi daerah termiskin di Sumatra. Sementara anggaran Otsus sebesar Rp7,5 triliun belum mampu menurunkan angka kemiskinan di Aceh.

“Kami kelompok buruh sangat kecewa dan geram kepada Pemerintah selama ini. Untuk itu kami meminta kepada PJ Gubernur Aceh, Achmad Marzuki agar alokasi dana Otsus Aceh dapat lebih dioptimalkan pada bidang pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan khusus kepada Petani dan Nelayan,” Tambahnya.

BACA JUGA...  210 KK Warga Desa Suka Damai Terima Bantuan Tong Air Bersih, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB