Banda Aceh, (MA) – Penggunaan dana desa sangat variatif dan fleksibel, sehingga memungkinkan banyak penyelewengan. Hanya Banda Aceh, yang sangat jarang terekspos. Apa karena pembinaannya yang efektif, atau pihak pengawas juga menjadi bagian pengelolaannya.
Kerja Inspektorat kota Banda Aceh perlu dipertanyakan, kesannya hanya sebagai pelengkap organisasi pemerintahan kota Banda Aceh. Apa mungkin puluhan desa di 9 kecamatan kota Banda Aceh, tidak ada temuan. Kata warga Banda Aceh yang enggan namanya disebut, beberapa waktu lalu.
Wartawan media ini mencoba menelusuri, melalui kunjungan langsung ke kantor Inspektorat kota Banda Aceh. Kepala Inspektorat tidak di tempat, menurut keterangan sedang dinas luar. Kata salah satu stafnya.
Basri Sekretaris Inspektorat kota Banda Aceh tidak bersedia dikonfirmasi, demi menjaga kenyamanan bersama. “Kita tunggu saja Senin, ibu Inspektur sudah pulang dari DL,” kata Basri di ruang kerjanya di Banda Aceh, 24 Juni 2022.
Senin, 27 Juni 2022 wartawan media ini kembali bertandan ke Inspektorat kota Banda Aceh. Kantor mulai terlihat aktif berbeda saat 24 Juni 2022, kantor terlihat sepi. Namun ibu Inspektorat sedang keluar kantor, ada rapat di Walikota Banda Aceh. Melalui WhatsApp, ibu Inspektur memohon maaf ada kegiatan hingga Kamis 30 Juni 2022. Kata Ibu Ritasari Pujiastuti, AP Kepala Inspektorat Kota Banda Aceh, melalui WhatsApp.
Dari banyak sumber yang diperoleh wartawan media ini, di 9 kecamatan dengan 90-an desa “tidak ada satu temuan Inspektorat, yang diangkat ke publik”. Terus apa mungkin, semua berjalan sesuai aturan. Kata beberapa sumber seperti bertanya pada wartawan, sore hari Senin 27 Juni 2022.
Belum lagi masalah aset pemko terkait lahan Suzuya, setelah 25 tahun seluruh bangunan yang dibangun Suzuya harusnya diserahkan sebagai aset pemko Banda Aceh. Sekarang terbakar, “akankah ini akan menjadi gedung tua yang tak bernilai,” kata Edi warga Banda Aceh, diwaktu yang sama.
“Biasanya hal semacam ini akan senyap ditelan waktu, pemko acuh aman saja. Begitu juga terhadap damkar canggih, mengapa hingga sekarang tidak dapat dioperasikan,” pungkas Edi warga Banda Aceh, 27 Juni 2022.[]
Laporan : Am




