MEDIA ACEH

AHY : Mari Jadikan Nilai-nilai Dalam Al-Qur’an Sebagai Rujukan Kehidupan

Jakarta (MA) – Memang ada beragam tafsir ulama tentang teknis pewahyuan awal Al-Quran ini, tapi terlepas dari semua itu, momentum Nuzulul Quran ini harus menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya umat islam untuk kembali mempelajari dan menjadikan nilai-nilai dalam Al-Quran sebagai rujukan dalam sikap, perilaku, dan pola pikir dalam keseharian baik dalam kehidupan keluarga, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

BACA JUGA...  RSUD Muda Sedia Luncurkan Aplikasi Indeks Kepuasan Masyarakat, Siapa Bilang tak Diperlukan?

Hal tersebut disampaikan Ketum AHY saat membuka acara peringatan Nuzulul Quran 1442 Hijriyah melalui aplikasi zoom meeting, yang digelar Departemen 8 Bidang Agama dan Sosial DPP Partai Demokrat, Kamis (29/4) malam.

Peringatan Nuzulul Quran kali ini mengambil tema “Membumikan Al-Quran, Membangun Peradaban”. Di malam 17 Ramadhan ini, Ketum AHY juga menjelaskan makna dari tema acara Nuzulul Quran tersebut.

BACA JUGA...  Survei PKB-ARSC : Prabowo, Mega, dan AHY Masuk Tiga Besar Layak Jadi Capres

“Tema Membumikan Al-Qur’an dan Membangun Peradaban,” AHY menyampaikan mungkin membuat sebagian dari kita bertanya-tanya apakah kemudian maknanya Al-Qur’an masih melangit sehingga perlu dibumikan? Dalam konteks ini, tentunya merujuk pada pendapat para ulama, Kyai dan semua tokoh-tokoh Islam selama ini, dalam pengertian hakikinya, Al-Qur’an sebenarnya telah membumi ketika Allah SWT menurunkan Ayat Al-Qur’an yang terakhir kepada Rasullulah SAW.

BACA JUGA...  SBY dan AHY Beserta Tim MTP Lakukan Pertemuan dengan Prabowo Subianto 

Maka yang dimaksud dengan membumikan Al-Qur’an kata AHY sebenarnya adalah makna metaforis bukan makna yang hakiki. Dalam makna metaforisnya istilah membumikan Al-Qur’an mengisyaratkan masih jauhnya kehidupan kita sehari-hari dari substansi Al-Qur’an itu sendiri.